Trump Sebut Iran Hanya 'Pencitraan' Ancam Tutup Selat Hormuz Usai Diblokade AS

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memicu perhatian dunia setelah melontarkan pernyataan kontroversial terkait situasi di Selat Hormuz.
Ia menegaskan bahwa Iran sebenarnya tidak memiliki kepentingan nyata untuk menutup jalur pelayaran strategis tersebut, dan hanya melakukannya demi “menyelamatkan muka” di tengah tekanan geopolitik.
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyebut bahwa langkah Iran menutup Selat Hormuz bukan keputusan ekonomi yang rasional. Menurutnya, Iran justru sangat bergantung pada jalur tersebut untuk pemasukan negara.
Baca Juga: Fakta Baru Terungkap Penelitian Ulang Bongkar Detail Tersembunyi di Ijazah Jokowi
Ia mengklaim bahwa Iran bisa kehilangan hingga sekitar 500 juta dolar AS per hari jika Selat Hormuz benar-benar ditutup, karena jalur itu merupakan salah satu rute utama ekspor energi dunia.
“Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup. Mereka ingin selat itu dibuka agar bisa menghasilkan ratusan juta dolar per hari. Mereka hanya mengatakan ingin menutupnya karena saya telah memblokadenya,” ujar Trump dalam pernyataannya di Truth Social, Selasa (21/4/2026).
Trump bahkan menegaskan bahwa keputusan Iran lebih bersifat politik dan simbolis ketimbang strategi ekonomi, dengan tujuan menjaga citra di hadapan publik internasional.
Baca Juga: Noel Membantah Keras! Isu Minta Ducati dan Uang Rp1 Miliar Dibongkar di Sidang
Klaim “Menyelamatkan Muka” di Tengah Ketegangan
Menurut Trump, Iran menyadari bahwa penutupan Selat Hormuz justru merugikan mereka sendiri.
Namun, pernyataan keras dari Teheran dinilai hanya sebagai upaya untuk menunjukkan perlawanan terhadap tekanan Amerika Serikat.
Ia menambahkan bahwa kebijakan blokade yang dilakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran menjadi faktor utama yang memicu respons tersebut. Dalam pandangannya, Iran menggunakan isu Selat Hormuz sebagai alat diplomasi dan propaganda politik.
Baca Juga: GAWAT? Israel Gemetar Lihat Teknologi Rudal Iran: Satu Langkah Lagi Jadi Hulu Ledak Nuklir!
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia, karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global. Gangguan di kawasan ini langsung berdampak pada pasar energi internasional, termasuk kenaikan harga minyak mentah.
Situasi semakin tegang setelah Iran sebelumnya mengumumkan penutupan atau pembatasan jalur tersebut di tengah konflik dengan AS. Langkah itu membuat sejumlah kapal komersial menghentikan pelayaran, memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi dunia.
Ketegangan di Selat Hormuz juga berdampak pada pasar global. Harga minyak Brent sempat melonjak tajam akibat kekhawatiran terganggunya distribusi energi internasional.
Baca Juga: Dugaan Kejanggalan TPP ASN Tangsel Dilaporkan, Pemkot klaim Sudah Sesuai Prosedur
Di sisi lain, pernyataan Trump yang menyebut tindakan Iran hanya sebagai upaya “menyelamatkan muka” semakin memperkeruh situasi diplomatik antara kedua negara.
Meski demikian, pembicaraan damai yang dimediasi pihak ketiga masih terus diupayakan untuk meredakan konflik. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










