Terungkap Dugaan Kekerasan Day Care di Yogyakarta Orang Tua Bongkar Fakta Mengejutkan

AKURAT BANTEN - Sejumlah wali murid melaporkan sebuah tempat penitipan anak di kawasan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, terkait dugaan kekerasan dan pengabaian terhadap balita.
Kecurigaan muncul setelah anak-anak mereka menunjukkan perubahan perilaku yang tidak biasa sejak dititipkan di lokasi tersebut.
Salah satu orang tua, Aldewa, mengungkapkan adanya lebam pada kaki anaknya yang baru diketahui saat dijemput oleh kakeknya.
Baca Juga: Terkuak Kasus Day Care Ilegal di Yogyakarta, 103 Bayi Diduga Jadi Korban Kekerasan
"Nah, mbahnya nggak bilang apa-apa. Terus istri saya bilang kayaknya jatuh, deh. Ya sudah saya juga nggak tanya pihak sekolah (day care)," ujarnya.
Selain tanda fisik, ia juga melihat perubahan sikap anaknya yang kerap menangis setiap pagi sebelum berangkat ke tempat penitipan tersebut.
"Kalau pagi, biasanya kalau mau sekolah pasti nangis. Tapi kalau sudah sampai, 'cep' diam," katanya.
Baca Juga: Polemik Warung Mi Babi di Sukoharjo Berlanjut, Operasional Masih Jalan
Rangkaian kejanggalan yang semula dianggap sepele akhirnya mulai terkuak setelah aparat melakukan tindakan tegas.
Aldewa menyampaikan apresiasi kepada salah satu pegawai baru yang berani mengungkap dugaan kekerasan di dalam day care itu.
"Saya salut yang baru masuk, melihat dua-tiga bulan bekerja langsung mencoba mencari bukti, melaporkan. Dan akhirnya polisi menggerebek," ucapnya.
Baca Juga: Tragedi Brutal Pelajar Bantul, DPR Desak Penindakan Tegas dan Pencegahan Kekerasan Remaja
Pengakuan lain datang dari orang tua bernama Khairunisa yang menyebut anaknya mengalami perlakuan tidak layak.
Ia mengatakan balita berusia 1,5 tahun itu diduga diikat tangannya dan dibedong tanpa perlakuan yang semestinya.
"Melapor sekaligus melihat kejadian kemarin, dan memang anak saya terlihat kondisi tangannya diikat di sini. Diikat dan dibedong. Pakainya cuma pampers juga. Dan ditiduri tanpa dikasih bantal ataupun kasur," ujarnya.
Baca Juga: Terkuak Kasus Day Care Ilegal di Yogyakarta, 103 Bayi Diduga Jadi Korban Kekerasan
Khairunisa juga menyoroti kebiasaan anaknya yang selalu pulang dalam kondisi lapar meski telah dibekali makanan dari rumah.
Ia menduga makanan tersebut tidak diberikan kepada anak, melainkan dikonsumsi oleh pengasuh.
"Dan juga saya kasih dia snack, makanan, cemilan jajanan pasar. Pulang selalu bersih. Dan yang makan adalah miss-missnya. Karena setiap dia pulang dia selalu kelaparan, nangis, ketakutan," katanya.
Baca Juga: Terkuak Kasus Day Care Ilegal di Yogyakarta, 103 Bayi Diduga Jadi Korban Kekerasan
Kasus ini semakin mencuat setelah aparat dari Polresta Yogyakarta melakukan penggerebekan di lokasi.
Kapolresta Yogyakarta, Eva Guna Pandia, membenarkan adanya tindakan tersebut terkait dugaan kekerasan dan penelantaran anak.
"Penggerebekan tempat penitipan anak yang ada penganiayaan dan penelantaran," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Riski Adrian, menyatakan timnya turun langsung melakukan penggerebekan pada sore hari.
"Benar, Satuan Reserse Polresta Yogyakarta tadi sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo," jelasnya.
Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







