Anggaran Kebersihan Tembus Rp22,3 Miliar, DLH Tangsel Dinilai Gagal Tekan Krisis Sampah

AKURAT BANTEN - Anggaran pengadaan barang di Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada tahun 2025 terbilang fantastis.
Nilainya disinyalir menembus lebih dari Rp22,3 miliar dengan total 1.007 paket pengadaan.
Namun, krisis sampah justru masih tidak terkendali hingga Kota Tangerang Selatan berujung pada penetapan status tanggap darurat.
Baca Juga: Diduga Tak Sesuai Perwal, Cara Pemungutan PBB-P2 Tangsel Disorot Pengamat
Berdasarkan penelusuran, anggaran miliaran rupiah itu terserap dalam berbagai item belanja diantaranya pengadaan tutup lubang biopori senilai Rp175,9 juta, ember maggot F1 untuk kecamatan dan kelurahan sebesar Rp28 juta, serta belanja modal kendaraan bermotor roda tiga (motor roda tiga F1 hasil Musrenbang) yang menghabiskan dana Rp2,1 miliar.
DLH Tangsel juga mengalokasikan anggaran untuk belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa bak motor roda tiga senilai Rp180 juta.
Selain itu, terdapat belanja alat tulis kantor berupa spanduk bank sampah sebesar Rp40,2 juta, serta pengadaan karung bekas dengan nilai masing-masing Rp99,9 juta dan Rp72 juta.
Baca Juga: Dua Petinggi Jadi Tersangka Kasus Ledakan Nucleus Farma di Tangsel
Tidak berhenti di situ, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan juga menggelontorkan anggaran untuk pembangunan dan pengadaan sarana rumah kompos di Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren sebanyak Rp397 juta.
Selain itu, ada juga anggaran belanja mesin proses rumah kompos Rp379,3 juta, pengadaan mesin pencacah sampah (mesin gibrik) Rp179,9 juta, belanja gergaji chainsaw Rp41,9 juta, pembelian tangga Rp23,9 juta, hingga kacamata keselamatan senilai Rp10,5 juta.
Namun, anggaran belanja jumbo tersebut dinilai tidak berbanding lurus dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Tumpukan sampah masih ditemukan di berbagai titik Kota Tangsel dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi itu bahkan mencapai titik kritis hingga Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah.
Situasi ini dinilai memunculkan pertanyaan serius soal efektivitas, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran kebersihan DLH Tangerang Selatan.
Saat dikonfirmasi terkait rincian belanja tersebut, Kepala DLH Kota Tangsel, Bani Khosyatulloh, justru mengaku tidak mengetahui secara detail penggunaan anggaran di Bidang Kebersihan.
"Datanya enggak tahu persis. Yang tahu persis nanti JF (kepala bidang)-nya," ujar Bani melalui sambungan telepon, Jumat (2/1/2026).
Lebih jauh, Bani mengakui bahwa program di Bidang Kebersihan DLH Tangsel sepanjang tahun 2025 belum berjalan optimal.
"Yang 2025 yang jelas belum optimal," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










