Tokoh Islam Siapkan Gugatan Hukum atas Dugaan Fitnah terhadap Jusuf Kalla

AKURAT BANTEN - Gelombang dukungan dari sejumlah tokoh Islam dan pimpinan organisasi kemasyarakatan menguat menyusul polemik yang menyeret Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla.
Sekitar 40 tokoh serta pemimpin ormas Islam tingkat pusat berkumpul dalam pertemuan di kediaman Jusuf Kalla di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan.
Pertemuan tersebut disebut sebagai ajang silaturahmi sekaligus bentuk respons serius atas berkembangnya tuduhan yang dinilai merugikan JK.
Baca Juga: Nur Alimantun Citra Dikenang Sebagai Mahasiswi Ceria, Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur
Tokoh Islam Din Syamsuddin menjelaskan bahwa para peserta pertemuan merasa prihatin terhadap situasi yang berkembang akibat beredarnya potongan video ceramah Jusuf Kalla yang dianggap tidak utuh.
“Bismillahirrahmanirrahim, baru saja terjadi pertemuan silaturahim antara Bapak Jusuf Kalla dengan sekitar 40 pimpinan dan tokoh ormas-ormas Islam tingkat pusat,” ujar Din.
Menurutnya, keresahan muncul setelah sebagian pihak melaporkan Jusuf Kalla ke kepolisian dengan tuduhan penistaan agama berdasarkan potongan ceramah Ramadan di Masjid Kampus UGM.
Baca Juga: Viral CCTV Daycare Banda Aceh Bongkar Dugaan Penganiayaan Balita, Polisi Periksa Enam Saksi
Din menilai kontroversi tersebut dipicu oleh penyebaran cuplikan video yang telah dipelintir sehingga memunculkan persepsi berbeda dari isi ceramah sebenarnya.
“Yang jelas pengaduan sekelompok warga masyarakat ke Polisi Republik Indonesia yang menuduh Bapak Jusuf Kalla melakukan penistaan agama dari ceramah beliau pada bulan suci Ramadan di masjid kampus UGM, ini telah menimbulkan kontroversi hiruk-pikuk,” katanya.
Ia menegaskan, sejumlah advokat dari kalangan ormas Islam kini tengah mempersiapkan laporan hukum terhadap pihak yang dianggap sebagai penyebar utama narasi fitnah tersebut.
Baca Juga: Enam Tahun Tak Pulang Lebaran, Perantau Asal Wonogiri Tewas dalam Tragedi Kereta di Bekasi Timur
“Maka oleh karena itu ada dari kalangan ormas-ormas Islam para advokat yang akan menuntut yang bersangkutan karena sebenarnya bukan pertama kali sudah berkali-kali menyebar fitnah dan mengadu domba antarumat beragama,” tegas Din.
Din juga menyebut tuduhan terhadap Jusuf Kalla tidak dapat dibiarkan karena dinilai sebagai bentuk penyebaran fitnah yang serius.
“Maka sungguh tuduhan dari orang-orang tersebut adalah sebuah upaya penyebaran fitnah yang tidak bisa ditolerir, maka harus diselesaikan secara hukum,” ucapnya.
Baca Juga: Viral CCTV Daycare Banda Aceh Bongkar Dugaan Penganiayaan Balita, Polisi Periksa Enam Saksi
Beberapa nama seperti Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie turut disebut sebagai pihak yang diduga terkait dalam polemik tersebut.
Din menekankan bahwa langkah hukum ini bukan semata untuk membela Jusuf Kalla secara personal, melainkan demi menegakkan prinsip keadilan.
“Bukan membela Pak Jusuf Kalla, tapi untuk menegakkan keadilan,” tandasnya.
Baca Juga: Nur Alimantun Citra Dikenang Sebagai Mahasiswi Ceria, Korban Tragedi Maut Kereta di Bekasi Timur
Proses pelaporan disebut akan segera dilakukan dalam waktu dekat, paling lambat awal Mei.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas







