Banten

Disuntik Dana Miliaran, Proyek Waterway Pemkot Tangerang Dibiarkan Terbengkalai

David Amanda | 29 April 2026, 13:48 WIB
Disuntik Dana Miliaran, Proyek Waterway Pemkot Tangerang Dibiarkan Terbengkalai
Dermaga Apung Kali Pasir, terlihat sedimentasi yang terus menumpuk membuat fungsi dermaga menjadi hilang. (Foto: David Amanda/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Proyek moda transportasi air (Waterway) di Sungai Cisadane yang dicanangkan Pemerintah Kota Tangerang terbengkalai.

Meski infrastruktur dermaga di kawasan Kalipasir telah rampung dibangun, hingga saat ini belum ada satu pun armada kapal yang beroperasi untuk melayani warga maupun mengurai kemacetan di Kota Benteng.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dermaga yang awalnya diproyeksikan sebagai tempat naik-turun penumpang kini beralih fungsi. Pada malam hari, fasilitas publik tersebut justru berubah menjadi area berjualan pedagang angkringan.

Baca Juga: Tragedi Bekasi Timur 15 Nyawa Melayang dalam Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL, Investigasi Besar-besaran Dimulai

Amir, seorang warga setempat, menuturkan bahwa dermaga itu sudah lama berdiri. Sedari awal, bangunan tersebut ditujukan sebagai titik pemberhentian jalur transportasi air untuk mengurangi kemacetan.

"Dulu katanya buat transportasi umum katanya dari Bogor ke Tangerang untuk mengurai kemacetan," ujar Amir saat ditemui di lokasi.

Namun hingga kini, aktivitas transportasi air yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Dermaga yang sempat dibangun dengan konsep apung tersebut kini justru dikelilingi daratan akibat sedimentasi atau pendangkalan sungai.

Baca Juga: Viral CCTV Daycare Banda Aceh Bongkar Dugaan Penganiayaan Balita, Polisi Periksa Enam Saksi

"Belum pernah lihat kapalnya, apalagi yang bawa penumpang. Pinggiran sungai ini sempat dikeruk, tapi sekarang sudah jadi daratan lagi," tambahnya.

Ketiadaan fungsi utama membuat kawasan dermaga dimanfaatkan warga untuk aktivitas lain. Seorang warga berinisial M menyebutkan bahwa lokasi tersebut rutin digunakan sebagai tempat makan angkringan setiap malam tanpa ada penertiban.

"Kalau malam dipakai jualan angkringan. Gerobaknya di bawah, makannya di dermaga pakai terpal, buka setiap hari dari jam 5 sore sampai jam 2 pagi," ungkap M.

Baca Juga: Identitas Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Terbuka, Daftar Nama Tewas dan Luka Bikin Haru

Selain itu, M juga menyoroti desain infrastruktur jembatan yang kini dianggap tidak relevan dengan kondisi lapangan. Jembatan lalu lintas yang menyebrangi sungai cisadane dibuat melengkung tinggi agar bisa dilalui kapal besar di bawahnya, namun hal ini justru menyulitkan mobilitas warga sekitar yang sehari-hari melintas membawa gerobak dagangan.

"Katanya buat kapal besar, tapi sampai sekarang tidak pernah lewat. Jembatannya (menyebrang sungai cisadane) dibikin melengkung, kasihan pedagang yang bawa gerobak dorong, saat naik mendorong beban berat dan menahan bebannya saat turun," ketusnya.

Pembangunan dermaga ini dilakukan pada masa kepemimpinan Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah. Sayangnya, infrastruktur ini rampung tanpa ada peresmian maupun tindak lanjut operasional yang jelas dari dinas terkait.

Baca Juga: Ledakan Dahsyat Guncang Cauca, 20 Orang Tewas Termasuk 15 Perempuan

"Dibuat begitu saja, tidak ada peresmian. Setelah itu, tidak ada lagi pihak dinas yang datang meninjau," lanjut M.

Sebagai informasi, proyek Waterway ini sempat masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 sebagai bagian dari pengembangan transportasi alternatif berbasis sungai.

Namun, proyek ambisius yang direncanakan menghubungkan kawasan Serpong hingga pusat Kota Tangerang ini terhenti di tengah jalan.

Baca Juga: Jasa Raharja Beri Santunan Rp50 juta, 10 Korban Tewas Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL Teridentifikasi

Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi Akurat Banten masih berupaya menggali informasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait mengenai mandeknya realisasi moda transportasi air di Sungai Cisadane tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.