Banten

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, Proses Identifikasi Masih Berlanjut

Riski Endah Setyawati | 29 April 2026, 14:56 WIB
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Korban Meninggal Bertambah Jadi 16 Orang, Proses Identifikasi Masih Berlanjut
Ilustrasi Kecelakaan Kereta Api (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Jumlah korban jiwa dalam insiden tabrakan antara Commuter Line dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur terus mengalami penambahan hingga mencapai 16 orang.

Kabar terbaru menyebutkan seorang perempuan berinisial MC atau Mia Citra berusia 25 tahun meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi pada Rabu siang.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta kepada awak media.

Baca Juga: Disuntik Dana Miliaran, Proyek Waterway Pemkot Tangerang Dibiarkan Terbengkalai

Ia menjelaskan bahwa korban menghembuskan napas terakhir setelah mendapatkan penanganan medis secara maksimal di rumah sakit tersebut.

Dengan adanya penambahan korban meninggal tersebut, total keseluruhan korban dalam peristiwa kecelakaan kereta ini tercatat mencapai 106 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka dengan berbagai tingkat keparahan yang berbeda.

Baca Juga: Truk Mogok di Rel Blitar Ditabrak KA Dhoho, Sistem Rem Lokomotif Rusak Perjalanan Sempat Lumpuh

Sementara itu, 16 korban lainnya dinyatakan meninggal dunia akibat insiden yang terjadi pada Senin malam tersebut.

Sebanyak 44 korban luka telah diperbolehkan pulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan membaik oleh tim medis.

Sedangkan 46 korban lainnya masih menjalani perawatan serta observasi ketat di sejumlah fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Terbongkar! Alasan Roy Suryo Ragukan Klaim Mikro Teks Gadhaj Adam di Ijazah Presiden

Pihak kepolisian berharap tidak terjadi lagi penambahan jumlah korban jiwa dalam insiden kecelakaan kereta tersebut.

Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati telah melakukan identifikasi terhadap 10 kantong jenazah korban yang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.

Proses identifikasi melibatkan korban dari berbagai daerah seperti Bekasi, Jakarta, hingga wilayah Jambi yang terdampak peristiwa tersebut.

Baca Juga: Disuntik Dana Miliaran, Proyek Waterway Pemkot Tangerang Dibiarkan Terbengkalai

Salah satu korban yang telah teridentifikasi adalah Tutik Anitasari perempuan 31 tahun asal Cikarang Barat Bekasi.

Korban lainnya yakni Harum Anjasari perempuan 27 tahun dari Cipayung Jakarta Timur.

Selanjutnya Nur Alimantun Citra Lestari perempuan 19 tahun asal Pasar Jambi juga termasuk dalam daftar korban.

Baca Juga: Terbongkar! Alasan Roy Suryo Ragukan Klaim Mikro Teks Gadhaj Adam di Ijazah Presiden

Farida Utami perempuan 50 tahun dari Cibitung Bekasi turut menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut.

Vica Acnia Pratiwi perempuan 23 tahun dari Cikarang Barat juga telah terkonfirmasi sebagai korban meninggal dunia.

Ida Nuraida perempuan 48 tahun asal Cibitung Bekasi ikut tercatat dalam data identifikasi korban.

Baca Juga: Terbongkar! Alasan Roy Suryo Ragukan Klaim Mikro Teks Gadhaj Adam di Ijazah Presiden

Gita Septia Wardany perempuan 20 tahun dari Cibitung Bekasi juga masuk dalam daftar korban yang telah teridentifikasi.

Fatmawati Rahmayani perempuan 29 tahun dari Bekasi Selatan Kota Bekasi turut menjadi korban jiwa dalam insiden ini.

Arinjani Novita Sari perempuan 25 tahun dari Tambun Selatan Bekasi juga telah dipastikan sebagai korban meninggal.

Baca Juga: Terbongkar! Alasan Roy Suryo Ragukan Klaim Mikro Teks Gadhaj Adam di Ijazah Presiden

Terakhir Nur Ainia Eka Rahmadhyna perempuan 32 tahun asal Tambun Selatan Bekasi turut teridentifikasi dalam proses pendataan korban.

Pihak berwenang masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan antara dua rangkaian kereta tersebut di Bekasi Timur Station.

Tim gabungan juga tetap siaga memastikan proses evakuasi serta penanganan korban berjalan lancar di seluruh fasilitas kesehatan terkait.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Pastikan Biaya Korban Kecelakaan KRL Bekasi Ditanggung dan Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Tewas

Koordinasi antara kepolisian, rumah sakit, dan instansi perkeretaapian terus diperkuat untuk menangani dampak lanjutan dari peristiwa tersebut.

“Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban,” ujar Budi Hermanto.

Masyarakat diimbau tetap tenang sementara proses verifikasi data korban dan pemantauan kondisi di berbagai rumah sakit masih terus dilakukan.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.