Banten

Tragis! Cari Bensin Berujung Maut: Pemuda di Depok Tewas Dianiaya Oknum TNI dan Warga Karena Salah Sasaran

Saeful Anwar | 9 Januari 2026, 13:51 WIB
Tragis! Cari Bensin Berujung Maut: Pemuda di Depok Tewas Dianiaya Oknum TNI dan Warga Karena Salah Sasaran

AKURAT BANTEN– Niat hati mencari bensin untuk motor yang mogok, seorang pemuda berinisial WAT (24) justru meregang nyawa.

Ia menjadi korban salah sasaran dan penganiayaan brutal oleh seorang oknum anggota TNI AL berinisial Serda M beserta lima warga sipil di kawasan Sukatani, Tapos, Kota Depok.

Peristiwa pilu yang terjadi pada Jumat (2/1/2026) ini mengungkap sisi gelap aksi main hakim sendiri yang didasari kecurigaan tanpa bukti.

Baca Juga: WASPADA! BMKG Rilis Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 9 Januari 2026: Hujan Sangat Lebat Mengintai Wilayah Ini

Kronologi: Berawal dari Motor Mogok

Malam itu, WAT dan rekannya DN (39) sedang melintas di kawasan Tapos.

Sialnya, motor yang mereka kendarai kehabisan bahan bakar.

WAT kemudian berinisiatif berjalan kaki mencari bensin atau menuju rumah rekannya di Jalan Kapitan Raya, sementara DN menunggu di motor.

Di tengah pencarian, WAT bertemu dengan Serda M dan kelompoknya.

Kecurigaan muncul seketika; para pelaku menuduh WAT tengah melakukan transaksi narkoba di lingkungan mereka.

"Korban sempat ditegur, karena panik ia lari dan terjatuh. Di situlah para pelaku mengamankan korban dan mulai melakukan interogasi paksa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: ‘Negara Bukan ATM Maling!’: Kejagung Gebrak Kemenhut, Sita Satu Kontainer Bukti Korupsi Triliunan

Penganiayaan Brutal Selama Berjam-jam

Tanpa bukti yang jelas, WAT dan DN dipaksa mengaku sebagai pengedar narkoba.

Selama berjam-jam, keduanya mengalami "penganiayaan luar biasa" dari para pelaku.

Ironisnya, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap ponsel korban dan olah TKP, polisi tidak menemukan bukti transaksi narkoba sedikit pun.

"Fakta yang ditemukan di lapangan, tidak ada yang namanya narkotika. Mereka murni sedang mencari bensin," tegas Kompol Made.

Baca Juga: Aksi Nyata! Konsorsium Indonesia Tembus Wilayah Terisolasi Palestina Demi Selamatkan Nyawa dari Musim Dingin

Akhir yang Memilukan: Dibawa Menggunakan Mobil Boks

Setelah babak belur, para pelaku membawa kedua korban ke Polsek Cimanggis menggunakan mobil boks.

Namun, kondisi WAT sudah sangat kritis. Pihak kepolisian segera mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Brimob.

Nahas, nyawa WAT tidak tertolong. Hasil medis menunjukkan ia mengalami kerusakan organ dalam yang fatal akibat hantaman benda tumpul.

Sementara itu, rekannya DN masih dalam perawatan intensif akibat luka berat.

Baca Juga: Ayo! KAUM MUDA: Mau Skill Gratis Dan Dibayar? Ini Cara Daftar Pelatihan BLK Kota Tangerang Lewat HP!

Ancaman Penjara bagi Para Pelaku

Kini, Serda M dan lima warga sipil lainnya (DS, MF, GR, FA, dan MKA) harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di hadapan hukum.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis dalam UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP Baru), termasuk pasal penganiayaan yang menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Proses hukum terhadap Serda M juga akan dikoordinasikan dengan pihak Polisi Militer (POM) terkait statusnya sebagai anggota TNI (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman