Negosiasi Buntu! Trump Lanjutkan Blokade, Iran Siapkan Balasan 'Tak Terduga'

AKURAT BANTEN - Ketegangan antara Donald Trump dan pemerintah Iran kembali memanas. Presiden Amerika Serikat tersebut menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran akan tetap diberlakukan hingga tercapai kesepakatan nuklir baru.
Trump secara tegas mengabaikan usulan pembukaan kembali jalur strategis Selat Hormuz sebagai bagian dari kompromi negosiasi.
Dalam pernyataannya yang dikutip dari Al Jazeera, Trump menyebut blokade laut sebagai strategi yang lebih efektif dibandingkan serangan militer langsung. Ia menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam kondisi apa pun.
Baca Juga: Tinjau Gudang Beras Lebak-Pandeglang, Anggota DPR RI Ali Zamroni Pastikan Stok Pangan Aman
Di sisi lain, pemerintah Iran menjadikan pencabutan blokade sebagai syarat utama untuk kembali ke meja perundingan. Teheran bahkan sempat menawarkan kesepakatan terbatas: membuka akses di Selat Hormuz dengan imbalan penghentian pengepungan pelabuhan mereka.
Namun, sinyal dari Washington menunjukkan bahwa proposal tersebut tidak mendapat respons positif.
Trump menilai situasi saat ini masih menguntungkan bagi AS, sehingga tidak ada urgensi untuk mempercepat kesepakatan komprehensif.
Baca Juga: CellScience Resmikan Cabang Baru di BSD, Tawarkan Layanan Perawatan Lengkap Berbasis Teknologi
Seiring meningkatnya ketegangan, langkah militer pun terus berlangsung. Amerika Serikat dilaporkan telah menyita kapal-kapal komersial yang terkait dengan Iran serta mengalihkan puluhan rute pelayaran di kawasan tersebut.
Sebagai respons, Iran turut menyita kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan maritim mereka. Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh AS berupaya melemahkan negaranya melalui tekanan ekonomi dan konflik internal.
Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam dan siap menghadapi tekanan tersebut.
Baca Juga: Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Kekerasan terhadap ART di Bintaro
Bahkan, sumber keamanan Iran menyebut akan ada langkah balasan tak terduga.
Dikatakan bahwa blokade angkatan laut AS akan segera ditanggapi dengan tindakan nyata dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Disebutkan, angkatan bersenjata Iran telah menunjukkan pengekangan untuk memberi kesempatan pada diplomasi.
Mereka memberi Trump kesempatan untuk mengakhiri perang, namun menekankan bahwa angkatan bersenjata Iran "meyakini kesabaran memiliki batas dan respons yang tegas diperlukan" jika blokade terus berlanjut.
Baca Juga: Puluhan Mahasiswi Unri Laporkan Dugaan Pelecehan oleh Dokter Kampus, Terduga Langsung Dinonaktifkan
Pihak Iran telah memperjelas mereka tidak sependapat dengan penilaian Trump bahwa mereka telah dikalahkan.
Perselisihan utama tetap berfokus pada program nuklir Iran. Teheran bersikeras mempertahankan hak pengayaan uranium untuk kepentingan domestik, sementara AS menuntut penghentian total program tersebut.
Selain itu, Iran juga menolak pembatasan pengembangan rudal dan drone, serta tetap mempertahankan dukungan terhadap sekutu regionalnya, isu yang menjadi perhatian utama AS dan sekutunya.
Baca Juga: ALVAboard Dorong Ekonomi Sirkular untuk Tekan Dampak Pemanasan Global
Upaya diplomasi yang sebelumnya dilakukan, termasuk dialog di Pakistan, belum berhasil menemukan titik temu.
Dalam perkembangan terbaru, Trump melakukan komunikasi dengan Vladimir Putin, yang sebelumnya telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.
Pemerintah Rusia menyatakan tengah mengajukan sejumlah proposal untuk menyelesaikan konflik nuklir tersebut dan akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk negara-negara Teluk dan Israel.
Baca Juga: Trump Desak Soal Kesepakatan Nuklir, Ancam Keras Iran: Tak Ada Lagi Ampun!
Sementara itu, Iran juga mengangkat isu kemanusiaan di forum internasional. Dalam pertemuan dengan Komite Internasional Palang Merah, pihak Iran mengecam serangan terhadap fasilitas sipil dan mendesak dunia internasional untuk mengambil tindakan tegas. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







