Influencer Virdian Aurellio Ceritakan Pemulihan Pertanian di Aceh Tamiang usai Gagal Panen Imbas Banjir Bandang

AKURAT BANTEN-Luka akibat banjir bandang November 2025 lalu masih membekas di tanah Desa Sukajadi, Aceh Tamiang.
Namun, di tengah hamparan lahan yang sempat lumpuh, muncul sebuah gerakan progresif.
Influencer Virdian Aurellio turun langsung ke lapangan, membawa misi krusial: memulihkan jantung ekonomi warga yang sempat terhenti akibat gagal panen massal.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @virdian_aurellio pada Rabu (14/1/2026), Virdian membagikan kondisi terkini desa yang mayoritas penduduknya bergantung pada sektor agraria tersebut.
Influencer, Virdian Aurellio membagikan kondisi terkini di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang pascabencana banjir bandang.
Virdian menuturkan, desa tersebut sebelumnya sempat mengalami gagal panen imbas terjangan banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Terkini, Virdian membeberkan langkah dalam aksi kemanusiaan para relawan bencana untuk pemulihan pertanian di Aceh Tamiang.
"Halo teman-teman. Kita lagi di Desa Sukajadi, kita pengen bantu prototyping program pemulihan pertanian," ujar Virdian sebagaimana dilansir dalam unggahan Instagram pribadinya @virdian_aurellio, pada Rabu, 14 Januari 2026.
"Mereka baru mendapatkan pendataan di pemerintah setempat, khususnya aparatur desa, jadi mereka belum diberikan akses untuk bantuan benih ataupun pupuk," terangnya.
Baca Juga: Akhir Riwayat ‘Candi Monorel’ Jakarta: Proyek Ambisius yang Berakhir Jadi Rongsokan
Targetkan 75 Ton Gabah untuk Petani Aceh
Dalam postingannya, Virdian menjelaskan ihwal konsep akselerasi pemulihan pertanian pada wilayah yang terdampak bencana, khususnya di Aceh Tamiang.
"Kami menyusun konsep akselerasi pemulihan pertanian dengan potensi 75-90 ton gabah untuk Desa Sukajadi, Aceh Tamiang," tuturnya.
Virdian menyebut, sebanyak 80 persen warga di desa tersebut yang berprofesi sebagai petani.
"Kami bermitra dengan kelompok tani di desa ini yang mana 80 persen penduduknya adalah petani," sebutnya.
"Ini harus jadi perhatian bersama negara dan masyarakat, karena pertanian adalah salah satu jantung utama masyarakat Aceh," tegas Virdian.
Cerita Petani yang Gagal Panen usai Bencana
Pada sebuah cuplikan, terlihat Virdian menghampiri seorang petani di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang.
Warga di desa itu mengungkapkan, bencana terjadi bersamaan saat dirinya hendak panen hasil pertaniannya.
"Karena kebetulan mau panen, tiba-tiba kena bencana ini, jadi gagal panen," ungkapnya.
"Hampir semuanya kita gagal panen, karena susah sekarang ini mencari, terendam semua," terang warga di Desa Sukajadi itu.
Perihal itu, Virdian menyoroti potensi mahalnya harga bibit imbas bencana di Aceh
"Bisa dipastikan panen ke depan itu harga bibit dan beras mahal, karena mayoritas itu susah nyari," terang Virdian.
Virdian lantas mendiskusikan hal tersebut dengan seorang mahasiswa pertanian, Ridho.
"Nah, mahasiswa pertanian (Ridho) membuat konsep gimana bisa tepat sasaran," sebut Virdian
Baca Juga: Intip Gaji Sri Mulyani Usai Gabung Bill Gates Foundation dan ini Peran Barunya!
Soroti Pentingnya Intervensi Kebijakan
Ridho membeberkan, setidaknya terdapat 4 dimensi utama ketahanan pangan, meliputi ketersediaan, akses, pemanfaatan, stabilitas.
Di sisi lain, Ridho menyoroti pentingnya intervensi kebijakan oleh pemangku kepentingan dalam upaya pemulihan pertanian di Aceh Tamiang.
"Lalu, pentingnya intervensi kebijakan dari kelembagaan itu khususnya pemerintah," ungkap Ridho
Baca Juga: Ambisius! Pemkot Tangerang Guyur APBD Demi Jamin Kesehatan 450 Ribu Penduduk
"Itu juga perlu kita cermati, salah satunya adalah pengolahan lahan," tambahnya.
Mendengar hal itu, Virdian lantas menilai sang mahasiswa pertanian tersebut pantas mendapatkan nilai tinggi dalam sidang skripsi nanti.
"Ini tidak perlu disidangkan, izin, ini sudah praktek langsung, langsung lulus saja," tegas Virdian.
Virdian lalu menerangkan, pihaknya akan berupaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang
"Apalagi kalau diberikan bantuan lebih banyak, kita mau mendorong dan membantu negara dan masyarakat untuk mempercepat akselerasi pendidikan," terangnya.
"Termasuk pertanian pascabencana yang penting bukan hanya penanganannya, tapi juga pemulihannya," tandas Virdian. (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 3Sengketa Honor LKM Ciomas: Penagihan Kredit Tembus Rp856 Juta, Upah Tim Likuidasi Malah Menggantung
- 4Adik Eks Kepala BNPB Diduga Gunakan Dana Bencana untuk Beli Saham, KPK Bongkar Kasusnya
- 5UMKM Wajib Tahu! Cara Daftar Sertifikat Halal Online, Ada 1,35 Juta Kuota Gratis pada 2026
- 6Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!
- 7Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 8Haaland Langgar Aturan Aneh Maresca di Liga Champions, Tapi Justru Jadi Pahlawan Man City di Tengah Kekalahan
- 9Yarmolyuk Menanduk Jacquet di Kotak Penalti, Kok Liverpool Malah Tak Dapat Penalti? Ini Aturannya!
- 10Chelsea Ketar-ketir Tanpa Reece James, 3 Gelandang Ini Masuk Radar Xabi Alonso untuk Januari 2027







