Semeru Kembali Bergolak Awan Panas Guguran dan Lahar Hujan Meluncur dari Lereng

Akurat Banten - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dan dengan terjadinya awan panas guguran serta banjir lahar hujan, sebuah peristiwa yang langsung menjadi perhatian karena gunung tertinggi di Pulau Jawa ini masih berada dalam status Siaga dan terus dipantau secara ketat oleh petugas pengamatan.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, menyampaikan dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang bahwa berdasarkan hasil pemantauan kegempaan pada rentang waktu pukul 12.00 WIB hingga 18.00 WIB, tercatat satu kali kejadian gempa awan panas guguran dengan amplitudo mencapai 20 milimeter dan durasi getaran yang cukup panjang, yakni selama 2.316 detik.
Awan panas guguran tersebut dilaporkan berhenti meluncur pada pukul 16.55 WIB, dan hingga saat ini jarak luncurannya masih berada dalam batas aman karena tidak mencapai wilayah permukiman warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Semeru.
Selain fenomena awan panas, aktivitas vulkanik Gunung Semeru juga ditandai dengan terjadinya satu kali gempa getaran banjir lahar hujan yang memiliki amplitudo 25 milimeter dan berlangsung selama 3.705 detik, menandakan adanya aliran material vulkanik yang terbawa air hujan di sepanjang alur sungai.
Baca Juga: Prabowo Gebut Renovasi Puluhan Ribu Sekolah Demi Lompatan Mutu Pendidikan Nasional
“Selain itu terekam 31 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 22 milimeter dan durasi gempa antara 54 sampai 177 detik,” ujar Yadi Yuliandi.
Pada waktu yang sama, pos pengamatan juga mencatat adanya dua kali gempa guguran dengan amplitudo 5 hingga 8 milimeter, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 milimeter, serta satu kali gempa harmonik dengan amplitudo 4 milimeter, yang secara keseluruhan mencerminkan dinamika pergerakan magma di dalam tubuh gunung api.
Dari hasil pengamatan visual, Yadi menuturkan bahwa Gunung Semeru terlihat tertutup kabut dengan tingkat 0 hingga III, asap kawah tidak teramati secara jelas, sementara kondisi cuaca di sekitar gunung didominasi awan hingga mendung dengan arah angin lemah yang bergerak menuju tenggara.
Ia menegaskan bahwa hingga kini status Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, khususnya di sepanjang aliran Besuk Kobokan dengan radius sejauh 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.
“Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak,” kata Yadi.
Baca Juga: Akhir Riwayat ‘Candi Monorel’ Jakarta: Proyek Ambisius yang Berakhir Jadi Rongsokan
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
Warga yang bermukim di sekitar kawasan rawan bencana juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil lain yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 6Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026







