Tim SAR Temukan Jasad Florencia, Pramugari ATR 400, Evakuasi Sempat Terkendala Medan Ekstrem

AKURAT BANTEN - Di tengah operasi pencarian yang intensif, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu lagi korban dari insiden kecelakaan pesawat yang mengguncang kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.
Penemuan ini terjadi di sebuah jurang yang dalam dan sulit dijangkau, di mana kabut tebal serta kondisi alam yang ekstrem menjadi penghalang utama bagi para petugas.
Saiful Malik, salah seorang anggota tim SAR yang terlibat langsung, menceritakan bagaimana ia pertama kali melihat jasad korban dari kejauhan.
Lokasi tersebut berada sekitar 100 meter sebelum titik di mana bagian depan pesawat ditemukan, dengan kedalaman jurang mencapai 300 meter yang penuh risiko longsor dan bebatuan tajam.
"Awalnya, saya hanya bisa melihat sekilas dari atas jurang karena kabut begitu pekat," kata Saiful.
"Butuh waktu hingga tim Basarnas dan rekan-rekan lain datang untuk memastikan identitas. Korban perempuan ini masih memakai nametag, yang sangat membantu kami dalam proses awal," tambahnya.
Baca Juga: Siapa Vie Shantie? Sosok Cantik yang Dikabarkan Menjadi Istri Baru Mualem, Gubernur Aceh Terpilih
Di sekitar lokasi penemuan, tim juga menemukan berbagai serpihan pesawat, termasuk bagian mesin yang rusak parah. Hal ini menunjukkan bahwa korban mungkin terlempar akibat benturan hebat saat pesawat jatuh, dan identitas yang masih utuh memungkinkan identifikasi cepat sebelum evakuasi dilakukan.
Saiful menjelaskan bahwa posisi korban saat ditemukan adalah tengkurap, tersangkut di antara pepohonan dan bebatuan.
Meskipun berada di kedalaman yang mengerikan, kondisi jasad tampak relatif terjaga, meski tentu saja memerlukan pemeriksaan mendalam oleh ahli forensik untuk memastikan penyebab kematian dan detail lainnya.
Baca Juga: Predator di Balik Seragam: Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli 13 Murid Laki-laki, Wali Kelas Sendiri!
Sementara itu, Serda Marinir Syamsul Alam dari Yonmarhanlan Makassar, yang turut serta dalam misi ini, menggambarkan tantangan alam yang dihadapi tim. Medan yang curam dan licin, ditambah kabut yang membatasi jarak pandang hingga hanya satu meter, membuat setiap langkah penuh bahaya.
"Kami harus bergerak pelan-pelan, saling mengingatkan, karena satu kesalahan kecil bisa fatal," ujar Syamsul.
Ia juga menyebut bahwa korban ditemukan tak jauh dari serpihan lain seperti baterai dan potongan mesin besar, yang sebelumnya sudah dilacak oleh tim.
"Korban tersangkut di kayu di sisi selatan jurang. Tanpa kayu itu, mungkin saja jatuh lebih dalam lagi," jelasnya.
Baca Juga: Madiun Gempar! Wali Kota Maidi Terjaring OTT KPK, Dugaan 'Setoran' Proyek dan Dana CSR Terbongkar
Operasi pencarian ini bagian dari respons atas kecelakaan pesawat PK-IFP milik Indonesia Flying Club yang hilang kontak pada akhir Desember 2025 lalu, dengan tiga orang di dalamnya termasuk pilot dan dua penumpang.
Hingga kini, dua korban telah ditemukan, sementara pencarian pilot masih berlanjut di tengah prediksi cuaca buruk yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.
Tim SAR, yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan lokal, telah mengerahkan helikopter dan drone untuk pemetaan aerial, meski kabut sering kali menghambat penerbangan. Koordinasi dengan otoritas penerbangan nasional juga dilakukan untuk menganalisis black box yang ditemukan sebelumnya, guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang diduga akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: KPK Tangkap Wali Kota Madiun dalam OTT Dugaan Fee Proyek dan Dana CSR
Evakuasi jenazah korban terbaru ini ditunda sementara hingga cuaca membaik, demi keselamatan tim. "Kami tak mau ambil risiko lebih besar," kata seorang koordinator SAR.
Pihak keluarga korban telah diberi kabar dan mendapat dukungan psikologis dari tim khusus. Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya penerbangan di wilayah pegunungan Indonesia, di mana faktor alam sering kali menjadi ancaman utama.
Masyarakat setempat di sekitar Bulusaraung juga turut membantu dengan menyediakan informasi lokal tentang jalur-jalur tersembunyi, meski akses ke gunung ini tetap dibatasi untuk menghindari kecelakaan tambahan.
Baca Juga: Basarnas Temukan Korban Pesawat ATR Jatuh di Jurang 200 Meter Operasi Evakuasi Berlangsung Dramatis
Upaya pencarian akan dilanjutkan besok pagi, dengan harapan kabut mulai menipis. Pemerintah daerah Sulawesi Selatan telah menjanjikan bantuan logistik tambahan, termasuk peralatan pendakian canggih untuk mempercepat proses.
Tim SAR terus berkoordinasi dengan KNKT untuk investigasi mendalam, sementara publik diimbau untuk tidak mendekati area demi keamanan bersama.
Dalam tragedi ini, semangat gotong royong tim SAR menjadi cahaya harapan di tengah kegelapan kabut dan jurang yang menakutkan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”








