Freeport Tunda Operasi Penuh Grasberg hingga 2028, Ini Penyebab Utamanya

AKURAT BANTEN - PT Freeport Indonesia melakukan penyesuaian jadwal dalam proses "pemulihan produksi" di tambang tembaga bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Juru bicara perusahaan menyampaikan bahwa operasional penuh tambang tersebut kini ditargetkan kembali berjalan pada 2028.
"Penyesuaian terhadap target pemulihan produksi GBC dilakukan karena adanya pekerjaan tambahan pada infrastruktur logistik dan penanganan bijih di tambang bawah tanah menyusul insiden September lalu," kata Katri Krisnati, juru bicara Freeport Indonesia.
Tambang Grasberg sebelumnya terdampak aliran lumpur cukup parah pada September tahun lalu.
Baca Juga: Jaringan Sel Tidur ISIS di Poso Terbongkar, Densus 88 Amankan 8 Orang dan Ungkap Peran Mereka
Setelah kejadian itu, CEO Tony Wenas sempat menyebut bahwa tambang diperkirakan dapat kembali beroperasi penuh pada 2027.
Keterangan tersebut muncul setelah rilis pers yang mengungkapkan bahwa Freeport-McMoRan menunda kembali pengoperasian penuh tambang Grasberg selama satu tahun.
Perusahaan kini menargetkan produksi penuh baru tercapai pada awal 2028.
"Operasi saat ini berada dalam fase pemulihan setelah insiden tambang bawah tanah GBC, dengan produksi saat ini sekitar 40 persen hingga 50 persen, ujar Tony Wenas.
Baca Juga: Timnas U17 di Ujung Tanduk! Jepang Jadi Penentu Nasib Garuda Muda
"Perusahaan menargetkan kembali ke kapasitas penuh pada awal tahun 2028," paparnya.
Perusahaan menjelaskan kondisi material yang lebih basah dibanding perkiraan membuat penyesuaian pada sistem pengangkutan bijih dan fasilitas pendukung perlu dilakukan agar kegiatan operasional tetap aman.
Pada April lalu, Freeport juga menyebut penundaan terjadi karena adanya perubahan pada peralatan pemuatan bijih ke kereta api.
Langkah itu dilakukan setelah bijih bawah tanah menjadi lebih basah akibat infiltrasi air tanah usai penghentian operasi tambang pada September.
Krisnati mengatakan produksi di area tambang bawah tanah GBC yang tidak terdampak sudah mulai kembali berjalan secara bertahap sejak April 2026.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 7Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






