Banten

Tumpang Pitu Membara Lagi: Warga Pesanggaran Kepung Petak 56, Tuding PT BSI Ingkar Janji!

Saeful Anwar | 23 Desember 2025, 09:36 WIB
Tumpang Pitu Membara Lagi: Warga Pesanggaran Kepung Petak 56, Tuding PT BSI Ingkar Janji!

  

AKURAT BANTEN– Suasana di kaki Gunung Tumpang Pitu, Kabupaten Banyuwangi, kembali memanas. Senin (22/12/2025), ratusan warga yang tergabung dalam aksi tolak tambang kembali turun ke jalan, menutup akses menuju Petak 56 Dusun Ringinagung, Desa Pesanggaran.

Bukan sekadar aksi rutin, kemarahan warga kali ini dipicu oleh dugaan pengingkaran janji yang dilakukan oleh pihak pengelola tambang, PT Bumi Suksesindo (BSI).

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Mengancam Nataru, Menko AHY Siagakan 8 'Tugboat' di Merak: Jangan Nekat Tanpa Persiapan!

"Petak 56 Adalah Napas Kami"

Di bawah terik matahari, suara Katoyo, sang orator aksi, menggelegar membelah kerumunan. Ia melempar pertanyaan retoris yang dijawab serentak oleh massa dengan teriakan penolakan.

"Setuju atau tidak Petak 56 ditambang?" teriak Katoyo.

Baca Juga: Eksklusif: Bocoran 'Skenario Lirboyo' Mengguncang PBNU, Gus Yahya Angkat Bicara di Tengah Isu Desakan Mundur

"TIDAK!" sahut warga kompak.

Alasan warga sangat mendasar: Kelangsungan hidup. Petak 56 bukan sekadar titik koordinat di peta konsesi. Lokasi ini berbatasan langsung dengan hutan yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH). Bagi petani babatan di sana, hutan tersebut adalah sumber mata pencaharian utama.

Jarak antara titik aktivitas tambang dengan lahan garapan warga dilaporkan kurang dari satu kilometer. Warga khawatir, jika eksploitasi di Petak 56 diteruskan, ekosistem hutan akan rusak dan mematikan ekonomi lokal secara perlahan.

Baca Juga: Dicegat Massa di Nias Selatan, Wapres Gibran Beri Jawaban Tak Terduga Soal PT Gruti!

Kronologi Pecahnya Kesepakatan

Konflik ini merupakan babak baru dari ketegangan yang sempat mereda pada November 2025 lalu. Menurut warga, saat itu telah tercapai kesepakatan lisan antara perwakilan PT BSI dan masyarakat.

"Waktu itu mereka (PT BSI) menyatakan akan menarik semua alat dari lokasi. Warga diminta tenang dan tidak melakukan perusakan. Kami bilang yes," kenang Katoyo di hadapan massa.

Namun, kepercayaan itu runtuh ketika warga mendapati aktivitas penambangan kembali dimulai secara diam-diam tanpa ada pemberitahuan atau hasil mediasi yang jelas. Warga merasa dikhianati karena alat berat kembali menderu sebelum kesepakatan final tercapai.

Baca Juga: Ironi Bupati Bekasi Ade Kuswara: Dulu Dipuji Ayah Pemimpin Amanah, Kini Terjaring OTT KPK dengan Harta Rp79 Miliar, Ini Rinciannya!

Bergerak Menuju Polsek Pesanggaran

Aksi yang dimulai di Dusun Ringinagung ini mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Meski dipantau langsung oleh Kapolsek Pesanggaran, AKP Maskur, massa tetap bergerak tertib namun tegas menuju Mapolsek Pesanggaran untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Hingga berita ini diturunkan, warga mengancam akan terus bertahan dan mengawasi area Petak 56 hingga ada kepastian bahwa alat berat benar-benar ditarik dan aktivitas di titik tersebut dihentikan total (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman