Banten

Dinkes Lebak Memberikan Pelatihan Relawan Penjamah Makanan MBG di 4 SPPG

Ade Supardi | 10 Mei 2026, 21:25 WIB
Dinkes Lebak Memberikan Pelatihan Relawan Penjamah Makanan MBG di 4 SPPG
Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak Berikan Pelatihan Keamanan Siap Saji Bagi Penjamah Makanan Dapur MBG (foto: Ade Supardi/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Sebanyak 200 relawan dari 4 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diberikan pelatihan keamanan makanan siap saji bagi penjamah makanan dapur Program Makan Gizi Gratis (MBG).

Hal ini dilakukan dalam rangka peningkatan higiene dan sanitasi pangan program MBG dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak, bertempat di Vila Bangbang Kecamatan Lewidamar, Lebak, Banten, pada Minggu (10/5/2026).

Acara Pelatihan ini di ikuti, sebanyak 200 orang relawan dari empat SPPG diantaranya: SPPG Margawangi, SPPG Cirinten 002, SPPG Cisimeut 004, Kec Leuwidamar dan SPPG Cimayang Kecamatan Bojongmanik, mereka mengikuti pelatihan dengan tiga orang narasumber dari Dinkes Lebak.

“Para relawan tersebut diberikan pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Salah satunya adalah memastikan kondisinya sehat saat terlibat dalam penyiapan, produksi dan distribusi MBG,” kata Windarti, Narasumber dari Dinkes Lebak.

Baca Juga: Rudal Iran Sudah Bidik Target AS dan Kapal Musuh, IRGC: Siap Perang, Tinggal Tunggu Perintah Serang

Menurutnya, pelatihan ini merupakan kelengkapan persyaratan tempat pengelolaan pangan, diberikan pada SPPG yang mengajukan permohonan untuk terbitnya sertifikat Laik higiene sanitasi (SLHS).

Salah satu syaratnya penjamah makanan atau pengelola pangan harus bersifat pelatihan keamanan pangan siap saji yang diikuti minimal 50 persen karyawan untuk setiap dapur MBG.

"Terkait hasilnya akan dilanjutkan setelah beroperasi dengan inspeksi kesehatan lingkungan termasuk pemeriksaan air oleh tim labkesda," ujar Windarti.

Lanjut Win, pelatihan ini penting untuk mengenali pencemaran pangan dan penyakit bawaan pangan agar bisa mencegah pencemaran ini masuk dalam makanan yang diolah.

Baca Juga: Viral Pengakuan Soal Modifikasi Ijazah Jokowi, Fakta Sebenarnya Terungkap

Selain itu, juga memperhatikan faktor lingkungan yang sehat dengan memahami pemeliharaan lingkungan kerja serta mengendalikan faktor pengaruh lingkungan dan binatang yang dapat membawa penyakit, sanitasi peralatan, higienitas perorang dan melakukan proses produksi sesuai dengan prosedur keamanan. 

“Dengan kegiatan tersebut, diharapkan semua relawan selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dimulai dari diri sendiri sampai lingkungan dapur, saling bekerjasama, kompak dan patuh terhadap aturan yang ada dalam pelaksanaan pengolahan pangan di dapur, serta semua karyawan harus diperiksa kesehatannya secara berkala, untuk mengetahui penyakit yang sedang dialami karyawan dan menghindari penularan melalui makanan yang disajikan,” paparnya.

Sementara itu Bangbang selaku Investor yang hadir dalam acara kegiatan pelatihan tersebut, apresiasi pembekalan pelatihan yang diberikan petugas Dinkes Lebak. Dengan pelatihan ini kata Bangbang, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para relawan SPPG. Sehingga, dapat terapkan di masing-masing dapur.

Baca Juga: Terungkap! Iran Akhirnya Beberkan Detail Kondisi Mojtaba Khamenei Usai Serangan AS-Israel

"Dengan adanya pelatihan ini semua relawan untuk dapat memahami dan jika tidak memahami kami akan mengadakan pelatihan lagi, kami berharap dapat memahami untuk bisa meningkatkan mutu pelayanan SPPG di tiap dapurnya," jelasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.