Ditawarkan Ramah Pendaki Pemula, Ekspedisi ke Gunung Dukono Berujung Tragis

AKURAT BANTEN - Ekspedisi menuju Maluku Utara dipromosikan sebagai perjalanan selama 11 hari yang cocok untuk pendaki pemula dari sisi tingkat kesulitan, walau peserta tetap diwajibkan mengikuti sejumlah latihan persiapan sebelumnya.
Dalam periode 30 April hingga 10 Mei, rombongan pendaki dijadwalkan menaklukkan tiga gunung berapi di provinsi tersebut.
Dalam unggahan Instagram agen perjalanan The Outside pada akhir 2025 disebutkan bahwa "dua di antaranya terus meletus".
Nama gunung berapi itu memang tidak dicantumkan secara langsung.
Baca Juga: Kasus Campak di Indonesia Meledak, Hoaks Vaksin Jadi Pemicu Utama?
Namun, unggahan menyebut salah satu gunung telah mengalami erupsi berkelanjutan sejak 1993.
Postingan itu kemudian dihapus pada 11 Mei.
Gunung yang dimaksud diketahui sebagai Gunung Dukono di Pulau Halmahera.
Gunung berapi aktif tersebut meletus pada 8 Mei dan menyebabkan dua warga Singapura serta seorang warga Indonesia meninggal dunia.
Baca Juga: Kemenkes RI Angkat Bicara soal Wabah Hantavirus Global, Ini Fakta yang Terungkap
Pendaki asal Indonesia, Nona Angel Krishela Pradita, 28 tahun, menjadi korban pertama yang ditemukan pada 9 Mei.
Sementara itu, dua warga Singapura yakni Bapak Timothy Heng, 30 tahun, pemilik tunggal The Outside, dan Bapak Shahin Muhrez Abdul Hamid, 27 tahun, ditemukan sehari setelahnya.
Ketiga korban ditemukan berdekatan, sekitar 50 meter dari area puncak gunung, dalam kondisi tertimbun material reruntuhan.
Tim gabungan yang terdiri dari lebih dari 150 personel diterjunkan untuk menjalankan proses evakuasi dan pencarian selama dua hari.
Baca Juga: Wamenag Bongkar Aturan Penting MBG Pesantren, Salah Kelola Dapur Bisa Disuspend
Tiga korban meninggal merupakan bagian dari rombongan berjumlah 20 pendaki yang sedang berada di Gunung Dukono saat erupsi terjadi.
Dari total pendaki, sembilan orang merupakan warga Singapura.
Tujuh pendaki yang selamat diketahui telah kembali ke Singapura dengan aman pada 10 Mei.
Menurut data Program Vulkanisme Global Smithsonian Institution, Gunung Dukono telah terus mengalami erupsi sejak 1933 dan masuk kategori gunung berapi aktif.
Istilah tersebut digunakan ahli geologi untuk gunung yang pernah meletus dalam kurun 11.700 tahun terakhir.
Baca Juga: Kemenag Ungkap Baru 50 Persen Pesantren Terima MBG, Kendala Utamanya Sudah Jelas
Sebagai perbandingan, gunung berapi tidak aktif merupakan gunung yang belum mengalami letusan dalam periode tersebut tetapi masih memiliki ruang magma aktif.
Adapun gunung berapi yang telah punah dianggap sudah terputus sepenuhnya dari suplai magma sehingga dinilai paling aman untuk aktivitas pendakian wisata.
Sebelum letusan besar pada 8 Mei, erupsi signifikan terakhir dari Gunung Dukono tercatat terjadi pada April lalu.
Gunung itu sendiri telah berada pada status siaga Level 2 sejak 29 Maret.
Pada level ini, yang menandakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun dalam radius 4 kilometer dari kawah.
Setelah larangan pendakian pertama diberlakukan otoritas setempat pada 17 April, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara kembali mengeluarkan surat imbauan mendesak pada 8 Mei.
Surat itu memerintahkan seluruh kepala distrik dan desa agar segera menutup permanen semua jalur masuk menuju kawasan gunung berapi tersebut.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang
- 10Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan







