Banten

Pendaki Tewas Terperosok Jurang, Tim SAR Berjuang di Medan Gelap

Moehamad Dheny Permana | 17 Agustus 2025, 08:29 WIB
Pendaki Tewas Terperosok Jurang, Tim SAR Berjuang di Medan Gelap

Akurat Banten - Seorang pendaki Gunung Klabat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh ke jurang saat beristirahat bersama rombongan.

Korban diketahui bernama Yohanes Piay, warga Sea, Manado.

Ia terperosok ke jurang berkedalaman sekitar 25 meter.

Peristiwa itu terjadi di Pos 2 jalur pendakian Gunung Klabat ketika rombongan sedang mengambil waktu istirahat.

“Tiba-tiba korban terpeleset dan jatuh ke bawah,” ungkap Humas Kantor SAR Manado, Nuriadin Gumeleng.

Menurut laporan, rekan korban segera mencari pertolongan dan melaporkan kejadian ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado.

Mendapat kabar tersebut, tim SAR gabungan langsung diberangkatkan dengan perlengkapan evakuasi khusus untuk menghadapi medan curam dan gelap.

Upaya pencarian dilakukan sepanjang malam dengan risiko tinggi karena lokasi jurang yang terjal dan minim pencahayaan.

Baca Juga: Meriah! Jakarta Gelar Pesta Rakjat dan Karnaval Kemerdekaan di Monas untuk Rayakan HUT RI ke-80

Setelah melalui proses yang cukup menegangkan, tim akhirnya menemukan korban.

Sayangnya, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa akibat tertimpa batang pohon di dasar jurang.

“Evakuasi berlangsung penuh tantangan karena kondisi alam yang tidak bersahabat,” jelas Nuriadin.

Jenazah Yohanes kemudian diangkat ke jalur utama pendakian dan berhasil tiba di Pos Spamu.

Dari sana, korban diserahkan kepada pihak keluarga sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Manado.

Dalam proses evakuasi, berbagai unsur terlibat untuk membantu SAR.

Di antaranya tim Rescue KPP Manado, Polsek Airmadidi, komunitas pecinta alam, hingga rekan-rekan korban sendiri.

Baca Juga: Dana Kolektif Pegawai Lapas Serang Wujudkan Bakti Sosial di Momen Kemerdekaan

Keterlibatan relawan dari USSU Sulut, Tunas Hijau, KPA Adventure Airmadidi, KPA Pasir Saroinsong, Klabat Green Ranger, dan KPA Dembet juga sangat membantu.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama seluruh unsur yang ikut ambil bagian dalam operasi ini,” tambah Nuriadin.

Gunung Klabat sendiri dikenal sebagai gunung tertinggi di Sulawesi Utara dengan ketinggian 1.995 meter di atas permukaan laut.

Medan pendakian yang menantang sering kali menjadi daya tarik sekaligus risiko bagi para pendaki.

Tragedi yang menimpa Yohanes Piay menjadi pengingat penting tentang kewaspadaan saat melakukan aktivitas di alam terbuka.

Para pendaki diimbau untuk selalu berhati-hati, memperhatikan kondisi sekitar, dan tidak meremehkan faktor keselamatan.

Selain itu, membawa peralatan standar seperti senter, tali, dan perlengkapan P3K juga sangat dianjurkan.

Koordinasi dengan rombongan dan memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan pendakian juga tidak kalah penting.

Musibah ini sekaligus menegaskan bahwa alam bisa menjadi sahabat sekaligus tantangan besar jika tidak dihadapi dengan persiapan matang.

Dengan berakhirnya operasi ini, keluarga korban kini tengah berduka mendalam.

Sementara itu, komunitas pendaki berharap tragedi serupa tidak lagi terulang dengan meningkatkan kesadaran keselamatan bersama.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.