Geger 11 Bayi Ditemukan di Rumah Bidan Sleman, 3 Dirawat di RS, Ini Faktanya

AKURAT BANTEN - Warga Padukuhan Randu, Wonokerso, Hargobinangun, Pakem, Sleman, dibuat geger setelah ditemukan belasan bayi di sebuah rumah milik bidan.
Mayoritas bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan di luar nikah.
Sebanyak tiga bayi dilaporkan dalam kondisi sakit.
Sementara itu, total 11 bayi dievakuasi bersama dinas terkait pada Jumat sore, 8 Mei 2026.
Baca Juga: Penggerebekan Judi Online Hayam Wuruk: 321 Orang Ditangkap, Diduga Terkait Gembong Besar
Informasi tersebut disampaikan Kasat Reskrim Polresta Sleman AKP Mateus Wiwit Kustiyadi kepada wartawan, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
AKP Wiwit menjelaskan, awalnya polisi menerima laporan mencurigakan terkait keberadaan belasan bayi di rumah tersebut.
Bayi-bayi itu diketahui dirawat oleh tiga orang sehingga menimbulkan kecurigaan petugas.
Polisi bersama dinas terkait kemudian mengevakuasi 11 bayi dari rumah bidan tersebut.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, IHSG Ikut Anjlok ke Zona Merah
Berdasarkan keterangan polisi, bidan itu telah membantu proses persalinan sejak lima bulan terakhir.
“Tentunya kami merasa ada hal yang janggal terhadap adanya 11 bayi yang ada di Hargobinangun tersebut. Di suatu rumah yang ditungguin atau dirawat oleh tiga orang,” kata Wiwit kepada wartawan.
Wiwit menuturkan, proses evakuasi dilakukan pada Jumat sore, 8 Mei 2026, bersama instansi terkait.
Dari total 11 bayi, tiga bayi harus menjalani perawatan di rumah sakit karena sakit, sementara dua bayi sudah diambil oleh pihak yang mengaku sebagai orang tuanya.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak, Iran Sebar Kapal Selam 'Tak Terlihat' di Selat Hormuz
Adapun enam bayi lainnya dibawa ke Dinas Sosial Sleman untuk penanganan lebih lanjut.
“Tiga bayi kita rawat di RSUD, kemarin dua bayi diambil yang mengaku ibunya. Terus enam bayi yang lain dirawat di dinsos untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wiwit menjelaskan seluruh bayi tersebut dilahirkan di wilayah Banyuraden, Gamping, dengan bantuan bidan berinisial ORP.
Kasus ini bermula dari seorang ibu yang melahirkan di tempat bidan tersebut lalu menitipkan bayinya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 9Liga Inggris 2026/2027 Dimulai! Arsenal Buka Perburuan Gelar, Jadwal MU dan Liverpool Ikut Jadi Sorotan
- 105 Alasan Manchester United Tak Akan Melepas Bruno Fernandes pada Musim Panas 2026






