Banten

NGERI! Detik-Detik Ledakan Kantor Terra Drone Kemayoran Tewaskan 22 Karyawan, SA: 'Kantor Aku Meledak, Bos Aku Mati'

Saeful Anwar | 10 Desember 2025, 13:44 WIB
NGERI! Detik-Detik Ledakan Kantor Terra Drone Kemayoran Tewaskan 22 Karyawan, SA: 'Kantor Aku Meledak, Bos Aku Mati'

AKURAT BANTEN – Tragedi memilukan melanda jantung Jakarta Pusat. Ledakan hebat yang disusul kebakaran dahsyat menghanguskan gedung Kantor PT Terra Drone di Cempaka Baru, Kemayoran, pada Selasa (9/12/2025) siang.

Insiden tragis ini merenggut 22 nyawa karyawan, meninggalkan satu-satunya orang yang selamat, seorang staf HRD berinisial SA (20), dalam kondisi syok berat.

Baca Juga: Tragedi Terra Drone: 22 Karyawan Tewas dalam Kebakaran Gedung, Damkar DKI Ungkap Kombinasi Maut Akses Evakuasi dan Kepanikan

Satu Panggilan Telepon yang Mencekam

Pukul 12.00 WIB, suasana tenang makan siang di lantai 3 gedung PT Terra Drone tiba-tiba pecah oleh bunyi ledakan keras dari lantai bawah.

Di tengah kekacauan yang mengerikan, SA sempat melakukan panggilan telepon singkat kepada sang ibunda, Dea Anjani (52), sebuah panggilan yang kini menjadi saksi bisu detik-detik bencana.

“Anak saya bilang, ‘kantor aku meledak, bos aku mati.’ Saya ya lemes dong,” tutur Dea Anjani, mengenang momen mencekam tersebut.

Dea bergegas menuju lokasi dengan hati hancur. Sesampainya di sana, ia menemukan putrinya selamat, berhasil melarikan diri dari lantai tiga tepat setelah bunyi ‘bum’ yang mematikan.

"Iya, tiba-tiba meledak saja. Pas bunyi ‘bum’ gitu, anak saya langsung sigap ke bawah. Alhamdulillah bisa selamat,” ujar Dea.

Baca Juga: Waspada! Jangan Cari Mati Konyol: Tanda-Tanda Krusial Anda Harus SEGERA Angkat Kaki dari Lokasi Mancing!

Trauma Sendirian: Kehilangan 22 Rekan Kerja Sekaligus

SA adalah satu-satunya staf yang berhasil menuruni tangga dan keluar dari gedung. Seluruh rekan kerjanya, dari lantai yang sama maupun lantai lain, tidak seberuntung dirinya.

Total 22 orang—tujuh laki-laki dan 15 perempuan—dipastikan meninggal dunia akibat luka parah dan terperangkap kobaran api.

Trauma psikologis yang dialami SA jauh lebih dalam dari sekadar menyaksikan kebakaran. Ia harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ia adalah satu-satunya yang tersisa.

“Anak saya cerita, tadi pagi masih ngobrol sama bosnya, masih sama teman-temannya pas makan siang. Lalu tiba-tiba mereka sudah meninggal,” ujar Dea.

Bahkan, di tengah syoknya, SA harus turut membantu mendata rekan-rekan kerjanya yang menjadi korban.

“Apalagi dia lihat data-data gitu kan. Melihat teman satu per satu sudah tidak ada,” tambah Dea, menggarisbawahi beban emosional tak tertahankan yang kini dipikul putrinya.

Baca Juga: Avatar: The Last Airbender Season 2 Resmi Diumumkan, Petualangan Aang Berlanjut!

Investigasi dan Dugaan Awal Penyebab Kebakaran

Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta tiba di lokasi pukul 12.50 WIB, 10 menit setelah menerima laporan.

Proses evakuasi dan pemadaman berlangsung dramatis mengingat kondisi gedung yang rusak parah.

Pihak kepolisian bahkan terpaksa menutup sementara Jalan Letjen Suprapto untuk memudahkan kerja tim.

Tim forensik menghadapi kesulitan mengidentifikasi sejumlah jenazah yang rusak parah, sehingga identifikasi harus dilakukan melalui rekam data pegawai.

Sebelum ledakan terjadi, beberapa saksi melaporkan adanya bau asap menyengat dan keluhan sesak napas dari rekan kerja di lantai bawah.

Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik atau ledakan alat elektronik di lantai bawah sebagai pemicu awal bencana ini.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan penyebab pasti tragedi.

 

Sorotan Tajam: Keselamatan Gedung Perkantoran Jakarta

Tragedi PT Terra Drone ini seketika menjadi perhatian nasional dan menyoroti standar keselamatan gedung perkantoran di ibu kota.

Saat ini, SA dan keluarga korban lainnya mendapatkan pendampingan psikologis intensif untuk membantu mengatasi trauma berat.

Pemerintah kota setempat bersama perusahaan berjanji akan melakukan evaluasi keamanan menyeluruh terhadap seluruh gedung perkantoran di wilayah Kemayoran.

Para ahli keselamatan mengingatkan bahwa insiden ini adalah pelajaran berharga tentang pentingnya:

• Prosedur evakuasi yang jelas dan terencana.
• Pelatihan rutin keselamatan kebakaran bagi seluruh karyawan.
• Ketersediaan dan fungsi alat pemadam kebakaran di setiap lantai.

Masyarakat dan perusahaan diminta untuk lebih waspada terhadap tanda-tanda potensi bahaya seperti bau asap, panas berlebih pada peralatan, dan kabel listrik terbuka.

Tragedi 22 nyawa di Kemayoran ini harus menjadi titik balik untuk meningkatkan standar keamanan darurat demi mencegah terulang kembali bencana serupa (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman