Indonesia Usul Jadi Pusat Cadangan Minyak ASEAN, Bahlil: Ini Soal Bertahan Hidup

AKURAT BANTEN - Indonesia mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah pusat penyimpanan minyak regional milik ASEAN guna memperkuat cadangan energi kawasan.
Langkah ini muncul ketika negara-negara Asia Tenggara mulai membahas strategi memperkuat ketahanan energi akibat konflik Timur Tengah yang terus memicu ketidakpastian pasokan global.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, pada Senin (11 Mei) menyampaikan bahwa hingga kini belum ada keputusan final mengenai lokasi fasilitas tersebut.
Baca Juga: Kemenag Ungkap Strategi Baru Wujudkan Pesantren Ramah Anak di Indonesia
Namun, Indonesia berharap dapat bekerja sama dengan negara anggota ASEAN lain seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina untuk merealisasikan rencana tersebut.
"Kami akan membangun fasilitas penyimpanan di mana saja, tetapi saya mengusulkan Indonesia," kata Bahlil.
Ia menilai keberadaan pusat cadangan minyak ASEAN akan menjadi solusi penting untuk menjaga pasokan energi negara-negara Asia Tenggara ketika terjadi gangguan distribusi global.
"Gagasan untuk menciptakan pusat penyimpanan minyak ASEAN adalah gagasan yang bagus," tambahnya.
Baca Juga: Misteri Virus Hantavirus di Kapal Pesiar Eropa, Ini Fakta yang Diungkap Kemenkes
Pernyataan itu disampaikan usai kunjungan Bahlil ke Filipina bersama Presiden Prabowo Subianto dalam rangka menghadiri KTT ASEAN ke-48 di Cebu pekan lalu.
Dalam forum tersebut, para pemimpin ASEAN membahas sejumlah langkah baru, termasuk pembentukan cadangan bahan bakar regional dan mekanisme darurat ketahanan pangan.
Usulan tersebut dipandang penting untuk mengantisipasi dampak penutupan Selat Hormuz maupun potensi gangguan perdagangan internasional lain di masa mendatang yang dapat memengaruhi distribusi bahan bakar dan pupuk di kawasan.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menjelaskan bahwa para pemimpin ASEAN tengah mempertimbangkan sebuah "mekanisme" berupa wadah bersama untuk berbagai jenis bahan bakar yang nantinya dapat dibagikan kepada negara anggota sesuai kebutuhan.
Baca Juga: Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Gegerkan Publik, Kemenag Ambil Langkah Tegas
"Situasi saat ini sangat berbeda untuk setiap negara. Beberapa negara memiliki surplus jenis bahan bakar tertentu. Negara lain mengalami kekurangan, dan kami mencoba menyeimbangkannya," kata Marcos, yang dijadwalkan menjadi ketua ASEAN pada 2026.
"Dan ketika sesuatu seperti ini terjadi - perang terjadi dan jalur perdagangan seperti Selat Hormuz ditutup dengan semua dampak yang menyertainya - kita memiliki tempat untuk segera berlari guna mendapatkan pasokan darurat," tambahnya.
Selain isu cadangan energi, pembahasan dalam KTT juga mencakup penguatan interkoneksi listrik lintas negara serta strategi diversifikasi energi di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, Bahlil turut mengungkapkan rencana pembangunan fasilitas penyimpanan minyak nasional di kawasan ekonomi khusus Sumatra guna memperbesar cadangan energi Indonesia.
Ia menegaskan proyek tersebut tetap akan berjalan meski Indonesia nantinya tidak dipilih sebagai lokasi pusat penyimpanan minyak ASEAN.
Menurut Bahlil, proyek di Sumatra saat ini masih berada dalam tahap studi kelayakan.
Konflik berkepanjangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini telah memasuki pekan ke-11.
Situasi diperparah dengan gencatan senjata yang masih rapuh serta penutupan Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dan gas dunia.
Harga minyak dunia juga melonjak pada Senin setelah Presiden AS Donald Trump menyebut gencatan senjata di Iran berada dalam "kondisi kritis" menyusul respons Teheran terhadap proposal Washington untuk mengakhiri konflik.
Sebelumnya, pada 4 Maret lalu, Bahlil disebut telah menyampaikan bahwa Kementerian ESDM melakukan studi kelayakan pembangunan fasilitas strategis penyimpanan minyak di Pulau Nipa, Kepulauan Riau.
Proyek tersebut ditargetkan mulai dibangun tahun ini.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa rencana pengembangan fasilitas penyimpanan itu telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo.
Menurutnya, kepala negara meminta agar proyek tersebut segera direalisasikan demi memperkuat ketahanan energi nasional.
"Ini soal bertahan hidup. Jika kita menginginkan keamanan energi, kita harus segera mengatasi masalah-masalah inti agar kita tidak terus bergantung," kata Bahlil.
Ia menambahkan bahwa investor untuk proyek tersebut telah tersedia, dengan sumber pendanaan berasal dari dalam negeri dan internasional, kecuali Amerika Serikat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







