Tuntutan 18 Tahun Nadiem Jadi Sorotan, Jerome Polin Khawatir Orang Kompeten Takut Masuk Pemerintahan

AKURAT BANTEN - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, kembali menjadi sorotan publik.
Dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Nadiem dengan hukuman 18 tahun penjara.
Selain hukuman badan, jaksa juga meminta majelis hakim menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar kepada terdakwa.
Baca Juga: Polda Metro Segera Putuskan Nasib Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Tak hanya itu, Nadiem juga dituntut membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp5,6 triliun terkait proyek digitalisasi pendidikan berbasis Chromebook.
JPU dalam persidangan menyatakan bahwa terdakwa dinilai terbukti terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook untuk program digitalisasi sekolah di Indonesia.
“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nadiem Anwar Makarim dengan pidana penjara selama 18 tahun, dikurangi masa tahanan sementara,” ujar jaksa saat membacakan tuntutan di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Selasa (13/5/2026).
Baca Juga: Korupsi Chromebook, Nadiem Makarim Pertanyakan Tuntutan Fantastis 27 Tahun Penjara
Kasus ini langsung memicu beragam reaksi publik, termasuk dari YouTuber sekaligus influencer pendidikan, Jerome Polin.
Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Jerome menyampaikan kekhawatiran terkait dampak besar kasus tersebut terhadap dunia pemerintahan di Indonesia.
Menurut Jerome, tuntutan berat terhadap Nadiem Makarim berpotensi membuat sosok-sosok profesional, kompeten, dan berintegritas menjadi takut untuk terjun ke pemerintahan.
Baca Juga: Heboh Indonesia Punya Jalur Internet Baru ke Papua Nugini Lewat Kabel Bawah Laut Puk-Puk 1
Ia menilai kondisi itu bisa berdampak buruk jika akhirnya sektor publik justru kehilangan figur berkualitas.
Jerome juga menyinggung bahwa apabila rasa takut terus menghantui orang-orang yang memiliki kapasitas dan niat baik untuk membangun negara, maka pemerintahan berisiko hanya diisi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi maupun pelaku korupsi.
Kasus dugaan korupsi Chromebook sendiri menjadi salah satu perkara besar yang menyita perhatian masyarakat.
Baca Juga: Patron Soroti Peredaran Narkotika di B Fashion Hotel Jakbar
Program digitalisasi pendidikan yang awalnya bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi kini justru berujung pada proses hukum terhadap sejumlah pihak terkait.
Hingga kini, proses persidangan masih terus berlangsung dan publik menunggu keputusan akhir majelis hakim terhadap kasus yang menjerat Nadiem Makarim tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!










