Banten

Bukan Soal Trofi, Inilah Alasan Berkelas Kepala SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang LCC yang Viral!

Abdurahman | 15 Mei 2026, 09:01 WIB
Bukan Soal Trofi, Inilah Alasan Berkelas Kepala SMAN 1 Pontianak Tolak Final Ulang LCC yang Viral!
Sosok Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menjadi sorotan setelah menolak putusan MPR untuk mengulang babak final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalbar (Akurat Banten/@smansaptk.informasi/rahman)

AKURAT BANTEN– Dunia pendidikan Indonesia baru saja disuguhkan sebuah drama yang berakhir dengan "pelajaran mahal" tentang sportivitas dan integritas.

Di tengah tekanan publik yang menuntut keadilan akibat kesalahan teknis juri, Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, justru mengambil langkah mengejutkan yang membuat banyak orang terdiam sekaligus kagum.

Semuanya bermula dari sebuah potongan video Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang viral di berbagai platform media sosial.

Dalam video tersebut, tampak jelas momen krusial saat siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra, memberikan jawaban yang tepat mengenai mekanisme konstitusi.

Baca Juga: Roy Suryo Bongkar Teka-Teki Status Kasus Ijazah Jokowi: Bukan P21, Tapi Ini Kemungkinannya!

Namun, secara mengejutkan, dewan juri menyatakan jawaban tersebut salah, sementara jawaban serupa dari sekolah lain justru dibenarkan.

Ketidakadilan kasat mata ini memicu gelombang protes dari netizen hingga sampai ke telinga pimpinan MPR RI.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak penyelenggara akhirnya menawarkan solusi ekstrem: Melakukan Final Ulang.

Namun, alih-alih menyambar kesempatan emas itu untuk merebut mahkota juara, Indang Maryati justru menolak tawaran tersebut dengan sikap yang sangat ksatria.

Baca Juga: Kontras Pengadilan: Dituntut Hukuman Melebihi Kasus Pembunuhan, Nadiem Makarim Justru Dipeluk Erat Pasukan Ojol

Kami tidak mengejar kemenangan dengan cara merusak kebahagiaan orang lain atau mencederai proses yang sudah berjalan. Bagi kami, pengakuan bahwa ada kesalahan teknis sudah jauh lebih cukup daripada sebuah piala dari hasil tanding ulang.

Visi di Balik Keputusan "Legowo"

Keputusan Indang Maryati bukanlah bentuk kekalahan atau rasa menyerah.

Sebaliknya, ia sedang mengajarkan level pendidikan karakter yang lebih tinggi: Integritas di atas Prestasi.

Menurutnya, memaksakan final ulang hanya akan menciptakan beban psikologis bagi siswa dari sekolah lain yang sudah dinyatakan menang.

Baca Juga: Peluang Emas BUMN: KAI Buka Lowongan Kerja hingga Usia 45 Tahun, Lulusan SMA dan Paket C Segera Merapat!

Indang memilih untuk menjaga harmoni di antara sesama pejuang pendidikan di Kalimantan Barat.

Ia ingin membuktikan bahwa esensi dari LCC 4 Pilar—yang mengajarkan nilai-nilai luhur Pancasila—telah benar-benar meresap dan dipraktikkan oleh keluarga besar SMAN 1 Pontianak, bukan sekadar dihafalkan di atas panggung.

Baca Juga: Mantan Menteri Pendidikan Terancam Habiskan Masa Tua di Sel, Nadiem Makarim Menangis Sesenggukan

Edukasi Karakter Nyata bagi Siswa

Bagi Josepha Alexandra dan timnya, keputusan sang Kepala Sekolah mungkin terasa pahit di awal.

Namun, Indang menekankan bahwa proses pendidikan karakter yang sesungguhnya terjadi justru saat seseorang diperlakukan tidak adil, namun tetap mampu berdiri tegak tanpa rasa dendam.

Sikap "berkelas" ini pun langsung menuai banjir pujian di kolom komentar portal berita.

Baca Juga: Babak Baru! Seret Nama Pasar Pramuka, Rizal Fadillah Cs Desak Polri Periksa Pratikno Terkait Ijazah Jokowi

Masyarakat melihat sosok Indang Maryati bukan sekadar kepala sekolah biasa, melainkan seorang mentor kehidupan yang mampu menunjukkan bahwa kehormatan sebuah institusi tidak diukur dari berapa banyak trofi di lemari, melainkan dari seberapa teguh mereka menjaga nilai-nilai kejujuran.

Kini, SMAN 1 Pontianak tidak hanya dikenal sebagai sekolah unggulan secara akademik, tetapi juga sebagai simbol integritas di Kalimantan Barat.

Keputusan menolak final ulang ini menjadi pengingat bagi kita semua: Bahwa kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menaklukkan ego demi menjaga martabat dan rasa kemanusiaan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman