Status Tersangka Memanas, Roy Suryo Bongkar Strategi Gugat Ijazah Jokowi Lewat KIP: 'Bukan Bikinan Pasar Pramuka!'

AKURAT BANTEN– Pusaran kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kembali memasuki babak baru yang kian memanas.
Di tengah bayang-bayang statusnya sebagai tersangka dugaan fitnah dan pencemaran nama baik, pakar telematika Roy Suryo justru melempar manuver kejutan.
Bukannya melunak, mantan Menpora ini justru blak-blakan membongkar alasan di balik langkah beraninya menggugat dokumen krusial tersebut melalui Komisi Informasi Pusat (KIP).
Lantas, apa yang sebenarnya diincar oleh Roy Suryo?
Mengapa jalur KIP yang ia pilih untuk menguji keaslian dokumen orang nomor satu di Indonesia pada masanya itu?
Strategi 3C: Menolak Dokumen 'Pasar Pramuka'
Dalam dialog interaktif di Kompas Petang, Kompas TV, Roy Suryo menegaskan bahwa polemik berkepanjangan ini hanya bisa diselesaikan secara tuntas jika pembuktian dokumen memenuhi formula ketat yang ia sebut sebagai 3C: Clean document, Clear procedure, dan Credible witnesses.
Roy menekankan, poin pertama—Clean Document—adalah harga mati.
Dokumen yang diuji harus benar-benar valid secara hukum dan fisik, bukan dokumen hasil rekayasa.
Clean Dokumen. Jadi dokumen-dokumennya itu harus dokumen yang asli, dokumen yang bersih. Bukan bikinan Pasar Pramuka, ujar Roy Suryo dengan nada menyindir yang tajam.
Menurutnya, transparansi radikal semacam itu hanya bisa dicapai melalui mekanisme persidangan sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP).
Melalui UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, negara mewajibkan badan publik untuk membuka informasi yang dipertanyakan oleh masyarakat.
Baca Juga: Roy Suryo Bongkar Teka-Teki Status Kasus Ijazah Jokowi: Bukan P21, Tapi Ini Kemungkinannya!
Klaim Mengejutkan: 'Ijazah Asli Jokowi Tidak Ada?'
Lebih jauh lagi, Roy Suryo membuat pernyataan yang berpotensi memantik perdebatan sengit di ruang publik.
Ia mengeklaim bahwa dalam proses-proses sebelumnya, sudah ada pihak yang berhasil menguliti status dokumen tersebut.
Ia secara spesifik menyebut nama Dr. Bonatua yang menurutnya telah berjuang membongkar kejelasan dokumen tersebut di meja KIP.
“Kemarin yang namanya Pak Dr. Bonatua itu berhasil membuktikan bahwa yang namanya ijazah Jokowi yang asli tidak ada,” klaim Roy.
Namun, ia segera memberikan catatan kaki atas kalimat kontroversialnya tersebut agar tidak salah ditafsirkan.
Tidak ada, karena dicari di mana-mana, KIP hanya mengeluarkan salinan-salinan saja. Dan itu sudah terbit bukunya loh, bukunya ilmiah, cetusnya menambahkan bobot akademis pada klaimnya.
Bagi kubu Roy Suryo, ketiadaan dokumen fisik asli yang ditunjukkan secara transparan ke publik—dan hanya berupa salinan—menjadi celah hukum dan informasi yang membuat persoalan ini bergulir liar bak bola salju.
Baca Juga: Roy Suryo Bereaksi soal Status Kasus Ijazah Jokowi, Singgung Kemungkinan Belum P21
Saling Mengunci: Ogah Damai dan Tantang Status P21
Perseteruan ini kian rumit karena melibatkan ego hukum dua belah pihak.
Di satu sisi, pihak kepolisian santer dikabarkan akan segera mengumumkan kelanjutan status hukum Roy Suryo (P21 atau lengkap ke kejaksaan).
Namun, Roy Suryo dengan tegas menantang kabar tersebut dan menganggap status perkaranya belum tentu melenggang mulus ke pengadilan.
Di sisi lain, kubu Roy Suryo secara konsisten menolak opsi Restorative Justice (perdamaian) yang sempat mengemuka dari pihak penasihat hukum Jokowi.
Mereka memilih bertahan pada jalur pembuktian data versus data.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








