Prabowo Ungkap Alasan Indonesia Borong Jet Rafale, Singgung Ancaman Geopolitik Global

AKURAT BANTEN - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pada 18 Mei bahwa pemerintah akan terus memperkuat sektor pertahanan nasional seiring penyerahan sejumlah alutsista baru kepada militer, termasuk enam jet tempur Rafale produksi Prancis.
Prabowo memimpin langsung seremoni penyerahan tersebut di sebuah pangkalan udara militer di Jakarta.
Dalam kesempatan itu, ia turut meninjau berbagai armada baru yang telah diterima Indonesia, di antaranya empat pesawat Dassault Falcon 8X serta satu unit Airbus A400M Atlas, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Istana Kepresidenan.
Sebelumnya, Jakarta telah menandatangani kontrak pembelian 42 jet tempur Rafale buatan Prancis senilai US$8,1 miliar atau sekitar S$10,4 miliar pada 2022. Kesepakatan tersebut dilakukan ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
Usai acara penyerahan pada 18 Mei, Prabowo kembali menekankan komitmen Indonesia dalam memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
"Kita harus terus meningkatkan kemampuan pertahanan kita untuk berfungsi sebagai pencegah. Kita tidak memiliki kepentingan lain selain melindungi wilayah kita sendiri... lanskap geopolitik global penuh dengan ketidakpastian dan kita menyadari bahwa pertahanan adalah prasyarat utama untuk stabilitas," katanya.
Indonesia sendiri telah menerima tahap pertama pengiriman tiga jet Rafale pada Januari lalu. Dalam seremoni 18 Mei, pemerintah juga menyerahkan tambahan tiga unit Rafale kepada militer Indonesia, ujar juru bicara Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait.
Ia menilai kehadiran jet tempur tersebut sangat penting dalam memperkuat sistem pertahanan udara Indonesia.
Baca Juga: Heboh Kapal Migran Indonesia Tenggelam di Malaysia, Data Jumlah Penumpang Ternyata Salah
Selain itu, modernisasi alat utama sistem persenjataan disebut sebagai langkah strategis untuk menjaga kedaulatan nasional.
"Pemerintah memandang penguatan peralatan pertahanan bukan hanya sebagai pengadaan platform tempur, tetapi juga sebagai investasi strategis yang bertujuan untuk menjaga kedaulatan, kehormatan nasional, dan kesiapan pertahanan nasional," katanya.
Prabowo, mantan perwira tinggi militer yang resmi memimpin Indonesia pada 2024, diketahui terus mendorong modernisasi berbagai aset pertahanan yang dinilai sudah menua.
Pada April lalu, Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama strategis, termasuk melalui "pengadaan peralatan pertahanan dan penguatan industri pertahanan," menurut pernyataan resmi pemerintah Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








