Kejutan Besar dari Solo! Panglima Jilah Temui Jokowi, Beri Tawaran Epik Jadi Pemeran Utama Film Kolosal Dayak-Majapahit

AKURAT BANTEN– Sebuah pemandangan tidak biasa sekaligus mengejutkan terjadi di kediaman pribadi Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah.
Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Panglima Jilah, memimpin rombongan besar bertandang langsung untuk menemui Jokowi.
Bukan sekadar silaturahmi politik biasa, pertemuan hangat yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) ini membawa sebuah misi kebudayaan berskala raksasa yang langsung menggemparkan publik: Mengajak Jokowi debut di dunia sinema sebagai aktor utama film kolosal!
Plot Twist di Solo: Dari Panggung Politik ke Layar Lebar
Siapa sangka, sosok Jokowi yang baru saja purnatugas sebagai kepala negara kini dilirik untuk menggebrak industri perfilman tanah air.
Panglima Jilah secara terang-terangan mengungkapkan bahwa pihaknya tidak main-main dalam menyodorkan proyek seni ini kepada sang mantan presiden.
Kami juga membawa Bapak Jokowi untuk bermain film Dayak. Respons beliau positif, semuanya tentang budaya, ujar Panglima Jilah dengan nada optimistis usai pertemuan di Solo.
Bukan peran figuran atau sekadar cameo (penampilan sekilas), Panglima Jilah menegaskan bahwa tokoh ikonik asal Solo tersebut diplot untuk memegang kendali penuh di depan kamera.
"Eh pokoknya peran beliau peran utama, ya. Nanti akan kita buat sebaik mungkin," lanjut sang Panglima memberikan bocoran eksklusif yang memicu rasa penasaran publik.
Mengangkat Sejarah Rahasia: Kolaborasi Dayak dan Majapahit
Bukan film aksi modern, proyek sinema yang dipersiapkan oleh Pasukan Merah TBBR ini mengusung konsep film kolosal sejarah masa lampau.
Alur cerita yang disiapkan terbilang sangat berani dan sarat akan nilai sejarah tersembunyi (untold story), yaitu mengupas tuntas bagaimana hubungan emosional, kebudayaan, hingga kolaborasi strategis antara masyarakat adat Dayak di Kalimantan dengan Kerajaan Jawa mumpuni di masa lalu, yakni Kerajaan Majapahit.
Proyek layar lebar ini dinilai akan menjadi salah satu magnum opus perfilman Nusantara jika benar-benar terealisasi, mengingat gabungan elemen magis-budaya Dayak dan kemegahan era Majapahit belum pernah diangkat dalam skala seambisius ini.
Baca Juga: Heboh! Kasus Chromebook Nadiem Makarim: Profesor Romli Atmasasmita Sebut Jaksa Tabrak KUHAP!
Alasan Di balik Pemilihan Jokowi: Tokoh Fenomenal dan Magnet Massa
Mengapa harus Jokowi? Panglima Jilah membeberkan alasan kuat di balik keputusan mengejutkan ini.
Di mata masyarakat Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat dan komunitas Dayak, Jokowi bukan sekadar mantan pemimpin, melainkan figur yang memiliki ikatan emosional sangat kuat.
"Banyak penggemar beliau di sana," ucap Panglima Jilah.
Ia menambahkan bahwa jika proyek ini berjalan lancar dan Jokowi berkunjung ke Kalimantan, momen tersebut akan menjadi pelepas rindu yang luar biasa bagi jutaan masyarakat adat.
Selain itu, Panglima Jilah menilai diskusi dengan Jokowi mengenai isu-isu strategis nasional harus tetap dipelihara.
Silaturahmi tokoh itu penting untuk membicarakan supaya persoalan kebangsaan itu punya tempat untuk dibicarakan. Karena Bang Panglima (Jokowi) ini tokoh yang sangat fenomenal, perlu mendapat tempat juga untuk menyampaikan banyak hal, paparnya.
Agenda Besar di Bulan Agustus
Selain membawa naskah proyek film kolosal, kehadiran Pasukan Merah ke Solo juga bertujuan untuk mengantarkan undangan kehormatan secara langsung.
Rencananya, komunitas Dayak akan menggelar acara adat besar pada Agustus 2026 mendatang, dan Jokowi diharapkan bisa hadir sebagai tamu utama di tanah Borneo.
Hingga saat ini, publik dan para pencinta sinema tanah air tentu menanti-nanti bagaimana kelanjutan dari proyek ambisius ini.
Apakah kita benar-benar akan melihat Joko Widodo mengenakan pakaian adat kolosal, memegang pusaka sejarah, dan beradu akting di layar lebar bioskop?
Satu hal yang pasti: Jika kesepakatan ini final, film kolosal Dayak-Majapahit ini diprediksi akan menjadi salah satu film paling dinanti dan mencetak sejarah baru dalam industri perfilman Indonesia!(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”










