Banten

Geger! Rustam Effendi Bongkar 'Skenario' Ijazah Jokowi, Nama Pratikno Terseret: Presiden Prabowo Diminta Segera Copot Menko PMK!

Abdurahman | 9 Mei 2026, 16:26 WIB
Geger! Rustam Effendi Bongkar 'Skenario' Ijazah Jokowi, Nama Pratikno Terseret: Presiden Prabowo Diminta Segera Copot Menko PMK!
Rustam Effendi Piliang menyebut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno terlibat dalam kasus ijazah Jokowi.(Foto: Istimewa)

AKURAT BANTEN – Panggung politik nasional kembali diguncang isu panas terkait dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kali ini, bola panas menggelinding liar setelah Rustam Effendi Piliang—tersangka dalam pusaran kasus ini—secara terbuka membongkar apa yang ia sebut sebagai "skenario besar" di balik dokumen pendidikan tersebut.

Tidak tanggung-tanggung, Rustam secara spesifik menyeret nama Pratikno, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di Kabinet Merah Putih, ke dalam episentrum masalah.

Baca Juga: ASYIK! Cair Triwulan II: Ratusan Ribu Keluarga Baru Akhirnya Tercover Bansos, Cek NIK Apakah Anda Salah Satunya?

Tudingan Aktor Intelektual

Di hadapan awak media di Mapolda Metro Jaya, Rustam Effendi mengungkapkan sebuah pernyataan yang memicu polemik luas.

Ia mengklaim bahwa polemik ijazah ini bukan sekadar masalah administrasi biasa, melainkan ada tangan dingin yang mengaturnya di belakang layar.

Ia menyebut nama Eko Sulistyo sebagai pelaksana di lapangan, namun menunjuk satu nama besar sebagai pemegang kendali utama.

Selain Eko Sulistyo, juga yang paling otaknya lagi, Pratikno! Saya memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, tolong Pratikno dicopot! Pratikno diduga keras terlibat kasus ijazah Jokowi yang dibuat di Pasar Pramuka, tegas Rustam Effendi dengan nada menggebu-gebu.

Baca Juga: Gedung KPK Heboh! Pegawai Bea Cukai Nekat Lari Maraton Hindari Wartawan, Ada Apa?

Desakan Tegas untuk Presiden Prabowo

Pernyataan Rustam ini menjadi ujian tersendiri bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pasalnya, Pratikno bukan hanya seorang menteri senior, tetapi juga mantan orang kepercayaan Jokowi yang memiliki pengaruh kuat, termasuk posisinya sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Gadjah Mada (UGM).

Rustam menilai, keberadaan Pratikno di kabinet saat ini dapat menjadi beban bagi citra pemerintahan baru jika dugaan keterlibatan ini tidak segera diklarifikasi atau ditindaklanjuti dengan tindakan tegas berupa pencopotan jabatan.

Baca Juga: Dulu Lawan Orba, Kini UGM Dituding Bonjowi Malah Lindungi Rezim Jokowi, Ada Apa?

Analisis "Pasar Pramuka" dan Kesaksian Ahli

Dugaan yang dilemparkan Rustam mengenai pembuatan dokumen di "Pasar Pramuka" menambah daftar panjang klaim kontroversial dalam kasus ini.

Hal ini sejalan dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya dari pakar telematika Roy Suryo yang mengklaim adanya ketidakwajaran teknis pada ijazah tersebut hingga mencapai angka 99,9%.

Publik kini menaruh perhatian besar pada bagaimana aparat penegak hukum dan pihak Istana merespons tudingan ini.

.Apakah ini hanya sekadar pembelaan diri dari seorang tersangka, ataukah awal dari terbongkarnya sebuah rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat?

Ini bukan sekadar urusan ijazah seorang tokoh, tapi soal integritas institusi pendidikan dan kejujuran di tingkat tertinggi negara. Jika benar ada skenario, maka hukum harus bicara tanpa pandang bulu, ungkap salah satu pengamat politik menanggapi kegaduhan ini.

Menanti Reaksi Istana

Hingga saat ini, pihak Pratikno maupun juru bicara Presiden Prabowo Subianto belum memberikan tanggapan resmi mengenai desakan pencopotan ini.

Namun, berita ini telah menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial dan diprediksi akan terus menjadi tren utama dalam beberapa hari ke depan.

Dunia jurnalistik dan publik kini menunggu: Apakah Presiden Prabowo akan mendengarkan desakan ini demi menjaga marwah kabinetnya, ataukah tudingan Rustam Effendi ini akan menguap begitu saja di tengah proses hukum yang sedang berjalan? (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman