IndiHome Lebak Didemo Massa, Warga Soroti Dugaan Tak Berizin dan Kabel Semrawut

AKURAT BANTEN, LEBAK - Puluhan pengunjuk rasa di depan kantor layanan IndiHome jalan Multatuli Kabupaten Lebak Banten, Jumat (22/5/2026), melakukan aksi pembakaran ban bekas di badan jalan.
Meski demikian, arus lalu lintas di Jalan Multatuli, Rangkasbitung, tetap terpantau lancar karena adanya pengamanan dan pengaturan dari aparat kepolisian di lokasi aksi.
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap dugaan belum adanya legalitas pemasangan kabel dan tiang fiber optik milik perusahaan tersebut di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak. Selain itu, massa juga menyoroti kondisi kabel fiber optik yang dinilai semrawut dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Baca Juga: Kejari Kota Tangerang Naikkan Status Dugaan Korupsi Sewa Pesawat PT Angkasa Pura Kargo ke Penyidikan
Pantauan di lokasi, kepulan asap hitam dari pembakaran ban sempat menarik perhatian pengguna jalan dan warga sekitar. Sejumlah personel kepolisian tampak berjaga dan mengatur arus kendaraan sehingga aktivitas lalu lintas tetap berjalan normal selama aksi berlangsung.
Agus Sugianto, kordinator aksi mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi kelapangan selama beberapa hari terakhir. Dari hasil penelusuran itu, banyak ditemukan jaringan kabel fiber optik yang dinilai dipasang tidak tertata dan diduga numpang d tiang listrik dan belum mengantongi izin resmi.
“Kami menduga pemasangan kabel dan tiang-tiang milik Indihome atau Telkom ini belum dilengkapi izin. Beberapa pekan lalu kami sudah mendatangi pihak Indihome, mereka menyampaikan bahwa izin itu ada, tetapi tidak bisa menunjukkan legalitas maupun bukti perizinannya,” ujar Agus dalam orasinya.
Baca Juga: Tangisan Ronaldo Berujung Perpisahan, Jorge Jesus Resmi Tinggalkan Al Nassr
Menurutnya, kondisi kabel fiber optik di sejumlah kawasan perkotaan di Lebak saat ini dinilai membahayakan pengguna jalan karena banyak kabel terlihat menjuntai dan menggantung rendah.
Ia menyebut kondisi tersebut bahkan telah memicu sejumlah insiden kecelakaan yang merugikan masyarakat.
“Beberapa kejadian sudah ada korban akibat terjerat kabel yang menggantung. Bahkan beberapa bulan lalu ada korban yang lehernya terkena kabel. Yang jelas kondisi kabel FO di wilayah Kabupaten Lebak saat ini semrawut,” ungkap agus.
Baca Juga: Neymar Menangis Saat Dipanggil ke Piala Dunia 2026, Comeback Sang Raja Brasil Akhirnya Jadi Nyata
Selain mendesak penataan ulang jaringan kabel fiber optik, massa aksi juga meminta perusahaan segera mengurus seluruh legalitas pemasangan apabila memang belum lengkap. Namun jika seluruh izin telah dimiliki, mereka meminta agar dokumen legalitas itu dapat ditunjukkan secara terbuka kepada publik.
“Iya meminta ada transparansi kepada masyarakat terkait izin pemasangan kabel dan tiang fiber optik di Lebak,” tegasnya.
Dalam aksinya, massa juga menyebut layanan IndiHome berada di bawah naungan Telkomsel, sementara Telkomsel merupakan bagian dari PT Telkom Indonesia Tbk.
Baca Juga: Prediksi Skor Dewa United vs Bali United: Duel Panas Penutup Musim, Siapa Tersenyum di Akhir?
Massa berharap pemerintah daerah turun tangan melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap jaringan kabel telekomunikasi di Kabupaten Lebak agar tidak membahayakan keselamatan warga maupun mengganggu estetika kota.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak IndiHome maupun PT Telkom Indonesia Tbk terkait tuntutan massa aksi tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







