Uni Eropa Buka Babak Baru Perdagangan Global, India hingga Indonesia Masuk Radar

AKURAT BANTEN - Uni Eropa terus memperkuat langkah untuk mempererat hubungan ekonomi dan strategis di kawasan Asia-Pasifik, di tengah penyesuaian ulang pola perdagangan mereka dengan Amerika Serikat dan China.
Meski pekan ini tercapai kemajuan dalam perjanjian dagang antara Uni Eropa dan AS, berbagai pertanyaan masih muncul mengenai peran Eropa dalam lanskap perdagangan global yang semakin terpecah dan penuh tantangan.
Salah satu pencapaian besar terjadi pada awal tahun ini ketika India dan Uni Eropa akhirnya berhasil merampungkan negosiasi perjanjian perdagangan bebas yang telah lama dibahas, setelah prosesnya dimulai sejak tahun 2007.
Dalam kesepakatan yang disetujui pada Januari tersebut, India sepakat memangkas tarif untuk lebih dari 96 persen ekspor barang asal Uni Eropa.
Baca Juga: Indonesia Kehilangan Rp 14.000 Triliun Selama 34 Tahun, Prabowo Siapkan Jurus Baru
Sebaliknya, Uni Eropa akan menghapus atau menurunkan tarif atas lebih dari 99 persen produk impor dari India.
Uni Eropa menyebut nilai ekspor barang tahunan ke India berpotensi melonjak lebih dari dua kali lipat pada 2032 berkat implementasi perjanjian itu.
"Ini adalah kisah dua raksasa, ekonomi terbesar kedua dan keempat di dunia. Dua raksasa yang memilih kemitraan dengan cara yang benar-benar saling menguntungkan," kata Ursula von der Leyen.
Meski demikian, India bukan satu-satunya negara yang menjadi perhatian utama dalam strategi perdagangan Indo-Pasifik Uni Eropa.
Baca Juga: Tragedi Tol Pasuruan-Probolinggo, Rombongan Anggota DPR Alami Kecelakaan Dua Orang Tewas di Tempat
Blok tersebut juga berhasil menyelesaikan kesepakatan perdagangan besar dengan Indonesia pada tahun lalu setelah negosiasi panjang selama bertahun-tahun.
Selain itu, Uni Eropa menargetkan penyelesaian perjanjian serupa dengan Malaysia, Thailand, dan Philippines sebelum akhir tahun depan.
Gelombang kesepakatan dagang ini menunjukkan keseriusan Uni Eropa dalam memperluas diversifikasi rantai pasokan sekaligus memperbanyak mitra perdagangan di kawasan Asia-Pasifik, agar lebih siap menghadapi tekanan dan ketidakpastian geopolitik global.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D







