Banten

Trump Klaim Kesepakatan AS dan Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Disebut Segera Dibuka

Riski Endah Setyawati | 24 Mei 2026, 22:39 WIB
Trump Klaim Kesepakatan AS dan Iran Hampir Rampung, Selat Hormuz Disebut Segera Dibuka
Potret Donald Trump (istimewa)

AKURAT BANTEN - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara Washington dan Iran terkait upaya meredakan konflik di Timur Tengah diklaim sudah memasuki tahap akhir.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Ia menyebut sebagian besar poin penting dalam perundingan telah disepakati oleh berbagai pihak yang terlibat.

Baca Juga: Rombongan Gus Hilman Celaka di Tol Paspro, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

“Kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, tinggal finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan sejumlah negara lainnya,” tulis Trump.

Trump juga mengatakan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu bagian utama dalam kesepakatan tersebut.

Jalur laut strategis itu sebelumnya sempat ditutup oleh Iran dan memicu gejolak besar di pasar energi dunia karena menjadi rute penting pengiriman minyak global.

Baca Juga: Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service

“Selain banyak elemen lain dalam kesepakatan itu, Selat Hormuz akan dibuka,” lanjut Trump.

Meski optimistis, Trump menegaskan bahwa rincian akhir dari kesepakatan masih terus dibahas sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.

Dalam proses diplomasi tersebut, sejumlah pemimpin negara Timur Tengah disebut ikut terlibat dalam pembicaraan melalui sambungan telepon.

Baca Juga: 27 Negara Berebut Dana Darurat Bank Dunia Imbas Perang Iran, Nilainya Bisa Tembus Ratusan Miliar Dolar

Beberapa negara yang dilaporkan ikut dalam komunikasi itu antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Mesir, Yordania, dan Bahrain.

Selain itu, perwakilan dari Turki dan Pakistan juga disebut hadir dalam pembahasan tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan negaranya siap kembali menjadi lokasi pertemuan lanjutan antara delegasi AS dan Iran dalam waktu dekat.

Baca Juga: Rombongan Gus Hilman Celaka di Tol Paspro, Polisi Ungkap Dugaan Penyebabnya

Ia mengungkapkan Panglima Angkatan Darat Pakistan Asim Munir turut terlibat dalam proses komunikasi diplomatik usai melakukan kunjungan ke Teheran.

Di sisi lain, Trump juga mengaku sempat berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Menurut Trump, percakapan tersebut berlangsung dengan baik di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service

Walau proses negosiasi diklaim hampir mencapai titik akhir, isu program nuklir Iran ternyata masih menjadi ganjalan yang belum benar-benar tuntas.

Pembahasan mengenai cadangan uranium Iran dengan tingkat pengayaan tinggi disebut kemungkinan baru akan dibicarakan lebih lanjut setelah kesepakatan awal berhasil dicapai.

Pemerintah Iran sendiri mengakui masih terdapat sejumlah perbedaan pandangan dengan Amerika Serikat dalam proses negosiasi tersebut.

Baca Juga: Dentuman Tembakan Gegerkan Dekat Gedung Putih, Pelaku Tewas usai Baku Tembak dengan Secret Service

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan hubungan diplomatik kedua negara memang menunjukkan perkembangan positif.

Namun, ia menilai kondisi itu belum tentu langsung menghasilkan kesepakatan penuh dalam waktu cepat.

“Kami berharap detail kesepakatan akhir bisa diselesaikan dalam rentang waktu 30 hingga 60 hari setelah kerangka awal selesai,” ujarnya.

Baca Juga: Ketar-ketir Roy Suryo Masuk Penjara? Refly Harun Tegas Minta Kasus Ijazah Jokowi Dihentikan Oleh DPR

Ketegangan juga masih terasa di tengah proses diplomasi yang berjalan.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf bahkan mengingatkan Amerika Serikat agar tidak kembali melakukan serangan militer terhadap negaranya.

“Jika Trump melakukan tindakan bodoh lagi dan memulai perang kembali, maka respons terhadap AS akan jauh lebih menghancurkan,” tegasnya.

Pernyataan keras itu menunjukkan bahwa meski jalur diplomasi mulai menemukan titik terang, hubungan antara Washington dan Teheran masih dipenuhi ketidakpercayaan dan potensi eskalasi sewaktu-waktu.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.