Banten

Prabowo Terbang ke Paris Usai Undangan Macron Tertunda, Ini Agenda Pentingnya

Viona Sebastian Nolani | 29 Mei 2026, 10:05 WIB
Prabowo Terbang ke Paris Usai Undangan Macron Tertunda, Ini Agenda Pentingnya
Presiden Prabowo Subianto menemui Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris, Prancis, Selasa (14/4/2026). (Dok. Tim Media Prabowo)

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan kunjungan ke Prancis untuk keempat kalinya sejak resmi menjabat sebagai kepala negara.

Lawatan ini dilakukan guna memenuhi undangan Presiden Emmanuel Macron yang sebelumnya sempat tertunda.

Prabowo mendarat di Bandara Orly, Paris, pada Selasa (26/5) sekitar pukul 10.00 waktu setempat atau pukul 15.00 WIB usai menempuh penerbangan kurang lebih selama 16 jam.

Kunjungan tersebut menjadi perjalanan keempat Prabowo ke Prancis sejak dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024.

Baca Juga: WNI Kini Bisa ke Korea Selatan Tanpa Visa, Tapi Ada Syarat Khusus yang Wajib Dipenuhi

Sebelumnya, Prabowo diketahui pernah berkunjung ke Prancis pada 13-15 Juli 2025, lalu 23-24 Januari 2026, dan kembali datang pada 13-14 April 2026.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa kunjungan itu merupakan tindak lanjut dari undangan Presiden Emmanuel Macron yang sempat tertunda akibat penyesuaian jadwal kedua pemimpin negara.

“Ini adalah undangan dari Presiden Macron yang sebenarnya sempat tertunda,” tutur Sugiono, Rabu (27/5).

Ia mengatakan agenda pertemuan semula direncanakan berlangsung pada April 2026, namun tidak jadi terlaksana karena jadwal kedua presiden tidak memungkinkan.

Baca Juga: Heboh Peneliti Indonesia Diduga Pakai Identitas Palsu di Forum Ilmiah Internasional

Sugiono menambahkan bahwa Macron kembali menawarkan jadwal pertemuan hingga dua kali agar agenda kunjungan bilateral Prabowo di Paris dapat terlaksana.

“Jadi, karena sudah diajukan dua kali, ini yang kedua, Presiden memenuhi undangan ini dan hadir di Paris dalam rangka kunjungan kenegaraan,” lanjutnya.

Pemerintah Indonesia menerima undangan tersebut sebagai bentuk penghormatan diplomatik sekaligus langkah mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Sebelum menjalani agenda resmi kenegaraan, Prabowo terlebih dahulu melaksanakan salat Idul Adha dan bersilaturahmi bersama warga negara Indonesia di Wisma KBRI Paris.

Kementerian Luar Negeri RI menyebut lawatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis Indonesia dan Prancis yang dalam beberapa tahun terakhir terus berkembang semakin erat.

Selama berada di Paris, Prabowo dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda bilateral bersama Presiden Macron.

Pertemuan kedua pemimpin negara itu akan membahas kerja sama di berbagai sektor strategis, mulai dari pertahanan, energi baru terbarukan, mineral kritis, pendidikan, hingga sains dan inovasi.

“Dalam kunjungan ini, kedua Presiden akan mengumumkan keinginan bersama untuk meningkatkan hubungan bilateral menuju Comprehensive Strategic Partnership,” tulis Kementerian Luar Negeri RI.

Pemerintah berharap kerja sama tersebut mampu mendukung pengembangan industri nasional, memperkuat investasi hilirisasi, meningkatkan penguasaan teknologi, serta mendorong inovasi industri masa depan.

Hubungan Indonesia dan Prancis dalam beberapa tahun terakhir memang semakin intensif, terutama pada sektor pertahanan dan energi, termasuk kerja sama pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta pengembangan energi transisi.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.