Proyek LRT Bogor Kembali Dibahas, KAI Ungkap Alasan Pentingnya Ekstensi Jalur

AKURAT BANTEN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih melakukan kajian terkait rencana perpanjangan jalur LRT Jabodebek menuju Bogor sebagai langkah untuk membantu mengurai kepadatan penumpang di lintasan KRL Bogor.
Proyek tersebut direncanakan menghubungkan Stasiun Harjamukti di Depok dengan kawasan Baranangsiang, Bogor Timur, dengan total panjang jalur diperkirakan mencapai 23 kilometer.
Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI I Gede Darmayusa mengatakan rencana pengembangan jalur itu sebenarnya sudah tercantum dalam master plan perusahaan sejak beberapa tahun silam.
“Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor, kalau tidak salah sampai Baranangsiang ya,” tutur Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Prabowo Terbang ke Paris Usai Undangan Macron Tertunda, Ini Agenda Pentingnya
Ia menjelaskan, KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan masih menelaah sejumlah aspek sebelum proyek tersebut direalisasikan.
Kajian itu meliputi potensi bisnis, penentuan rute, pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), hingga perkiraan kenaikan jumlah pengguna transportasi.
“Kami dengan DJKA tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang,” lanjutnya.
KAI mencatat sekitar 500 ribu penumpang harian KRL Jabodetabek berasal dari lintas Bogor dari total keseluruhan 1,1 juta pengguna setiap hari.
Baca Juga: Heboh Peneliti Indonesia Diduga Pakai Identitas Palsu di Forum Ilmiah Internasional
“Jadi kalau kami sekarang melayani 1,1 juta penumpang per hari, 500 ribu itu dari Bogor line,” ucap Gede.
Menurutnya, tingginya mobilitas penumpang dari Bogor membuat rencana perpanjangan jalur LRT ke wilayah tersebut terus dipertimbangkan sebagai solusi mengurangi kepadatan perjalanan.
Saat ini, layanan LRT Jabodebek masih beroperasi di dua rute utama, yaitu Dukuh Atas–Jatimulya Bekasi dan Dukuh Atas–Harjamukti Depok.
Wacana pengembangan jalur menuju Bogor sendiri pertama kali mencuat pada Agustus tahun lalu.
Dalam Nota Keuangan RAPBN 2026, pemerintah pusat juga dikabarkan telah menyiapkan anggaran bernilai puluhan miliar rupiah untuk mendukung proyek LRT Jabodebek rute Bogor.
Selain membahas pengembangan LRT, KAI juga sedang menambah kapasitas KRL Bogor Line melalui pembangunan emplasemen baru serta peningkatan rangkaian kereta menjadi 12 gerbong.
Menurut Gede, langkah itu diperlukan karena kapasitas maksimal LRT hanya mampu menampung enam gerbong atau sekitar separuh dari kapasitas rangkaian KRL.
Tak hanya itu, KAI juga mengkaji pengembangan jalur KRL hingga Sukabumi guna memperkuat konektivitas transportasi di kawasan Jabodetabek dan daerah sekitarnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8Viral! Antrean Makan Bergizi Gratis di SMK Kebumen Berujung Aksi Duel Mencekam, Korban Diseret ke Lahan Kosong, Ini Kronologinya
- 9Rodri Tiba di Barcelona, Sang Ballon d'Or Langsung Ungkap Mimpi Besarnya Bersama Blaugrana
- 10Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas






