Banten

Komdigi Gandeng Wayang Kulit untuk Lindungi Lansia dari Hoaks dan Penipuan Online, Begini Caranya

Viona Sebastian Nolani | 2 Juni 2026, 13:27 WIB
Komdigi Gandeng Wayang Kulit untuk Lindungi Lansia dari Hoaks dan Penipuan Online, Begini Caranya
Ilustrasi wayang kulit. (Dinas Kominfo Kota Tangerang)

AKURAT BANTEN - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengoptimalkan pendekatan budaya yang dipadukan dengan edukasi literasi digital untuk memperkuat perlindungan lansia dari berbagai ancaman di dunia maya, mulai dari hoaks, penipuan online, hingga kejahatan siber yang kian sering menyasar kelompok usia lanjut.

Melalui Pusat Pengembangan Literasi Digital Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Komdigi menyelenggarakan talkshow literasi digital bertema “Sapa Lansia. Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek”.

Kegiatan tersebut digelar bersamaan dengan pertunjukan wayang kulit lakon “Banjaran Bismo” di Auditorium LPP RRI Jakarta pada Sabtu (30/05/2026).

Program ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat ketahanan digital masyarakat lanjut usia yang saat ini dinilai semakin rentan terhadap penyebaran informasi palsu, manipulasi digital, serta berbagai modus penipuan berbasis teknologi.

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2026 Pemerintah Wajibkan 100 Persen DHE SDA Masuk Indonesia, Ini Aturan Lengkapnya

Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius W. Pudjianto dijadwalkan menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Ia akan memaparkan berbagai upaya pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang aman, nyaman, dan inklusif bagi kalangan lansia.

Menurut Komdigi, peningkatan literasi digital bagi masyarakat lanjut usia menjadi kebutuhan yang semakin mendesak seiring meningkatnya penggunaan teknologi digital untuk berkomunikasi, melakukan transaksi keuangan, hingga memperoleh berbagai informasi dalam kehidupan sehari-hari.

Selain memberikan edukasi terkait dunia digital, pemanfaatan unsur budaya dipilih karena dinilai lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

Baca Juga: Aturan Baru Pajak UMKM 2026: Omzet di Bawah Rp4,8 Miliar Belum Tentu Dapat Tarif 0,5 Persen

Wayang kulit dianggap memiliki kedekatan emosional dengan generasi lansia sekaligus menjadi sarana komunikasi publik yang mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan mereka.

Ketua Dewan Pengawas RRI Jakarta Anwar Mujahid A.T juga turut ambil bagian dalam kegiatan ini guna memperkuat fungsi radio publik sebagai media informasi yang inklusif serta mudah dijangkau oleh masyarakat lanjut usia.

Di sisi lain, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial menegaskan bahwa literasi digital bagi lansia tidak seharusnya dianggap sebagai tanggung jawab keluarga semata.

Upaya tersebut perlu menjadi bagian penting dalam menjaga kemandirian, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat usia senja di tengah perkembangan teknologi digital.

Pada kesempatan yang sama, para peserta akan membacakan Deklarasi Lansia Indonesia bertajuk “Maju Bersama, Berdaya di Usia Senja”.

Deklarasi tersebut menjadi simbol komitmen bersama untuk melawan penyebaran hoaks, penyesatan informasi, dan berbagai bentuk manipulasi di ruang digital.

Rangkaian acara mencapai puncaknya dengan penyerahan tokoh wayang kepada Ki Dalang Bambang Asmoro sebelum pertunjukan dimulai.

Selama pementasan berlangsung, dalang juga akan berdialog secara interaktif dengan perwakilan Siberkreasi Donny Budi Utoyo guna menyampaikan pesan-pesan literasi digital secara ringan, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Kegiatan ini dapat diikuti secara gratis oleh masyarakat umum.

Selain hadir langsung, publik juga dapat menyaksikannya melalui siaran RRI Jakarta 92,8 FM, kanal YouTube RRI Jakarta, maupun layanan live streaming Channel Jowo TV.

Melalui kolaborasi antara pendekatan budaya dan edukasi digital tersebut, pemerintah berharap para lansia dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa tertinggal.

Selain itu, mereka juga diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengenali hoaks, penipuan daring, serta berbagai ancaman yang muncul di ruang siber.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.