Ganoderma Mengintai Perkebunan Sawit, BRIN Siapkan Inovasi Deteksi Dini Berbasis Molekuler

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat pengembangan inovasi berbasis penelitian untuk menghadapi ancaman penyakit Ganoderma pada perkebunan kelapa sawit di Indonesia.
Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, menegaskan bahwa kelapa sawit masih menjadi komoditas strategis nasional yang berperan penting dalam menopang sektor ekonomi, sosial, hingga lingkungan.
“Sektor sawit saat ini menjadi sumber penghidupan bagi lebih dari 16,2 juta keluarga di Indonesia, sehingga keberlanjutan produksinya harus terus dijaga melalui penguatan riset dan inovasi,” tambah Puji.
Ia menjelaskan, penyakit busuk pangkal batang yang dipicu oleh Ganoderma boninense masih menjadi ancaman terbesar dalam budidaya kelapa sawit nasional.
Baca Juga: BRIN Ungkap Dampak Tersembunyi AI Data Center, Ancaman Lingkungan Jadi Sorotan
“Penyakit ini sulit dideteksi pada fase awal dan penyebarannya sangat masif, sehingga diperlukan solusi berbasis riset dan inovasi yang lebih efektif,” ujar Puji.
“Hingga kini belum tersedia varietas kelapa sawit yang benar-benar tahan terhadap serangan Ganoderma. Karena itu, BRIN mendorong pengembangan teknologi deteksi dini berbasis molekuler serta pemanfaatan mikroba sebagai agen pengendali hayati untuk meningkatkan efektivitas pengendalian penyakit. Sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis,” lanjutnya.
Menurut Puji, percepatan inovasi di industri sawit tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri.
“Kita perlu menghasilkan riset yang berdampak dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan nasional. Kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat pengembangan teknologi deteksi dini maupun pengelolaan penyakit yang berkelanjutan,” tegasnya.
Baca Juga: Industri Sawit Nasional Terancam Ganoderma, BRIN Andalkan Teknologi Modern dan AI
Di sisi lain, Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Setiari Marwanto, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan industri sawit di tengah target nasional untuk mendukung swasembada pangan dan energi.
Ia menilai peningkatan produksi crude palm oil (CPO) harus dibarengi dengan sistem mitigasi penyakit tanaman yang lebih modern, efektif, dan presisi.
“Keberlanjutan industri sawit nasional masih menghadapi tantangan serius, salah satunya serangan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma. BRIN saat ini tengah mengembangkan berbagai pendekatan riset, mulai dari pengendalian langsung patogen hingga peningkatan ketahanan tanaman sawit,” ungkapnya.
Salah satu inovasi yang kini dikembangkan BRIN ialah kit deteksi Ganoderma berbasis teknologi molekuler yang penelitiannya dimulai sejak 2025.
Pengembangan kit tersebut diharapkan mampu membantu proses seleksi benih sejak fase awal serangan Ganoderma.
“Selain pengembangan kit deteksi dini, BRIN juga telah memulai riset pemuliaan untuk memperoleh varietas kelapa sawit yang toleran terhadap Ganoderma melalui kolaborasi dengan mitra industri sejak 2024. Penguatan teknologi kultur jaringan (in vitro) juga terus dilakukan untuk meningkatkan mutu dan keseragaman benih sawit nasional,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pascal Biotech Indonesia, Miftachul Anwar, turut membagikan pengalaman terkait pemanfaatan mikroba sebagai agen bioproteksi untuk mitigasi penyakit busuk pangkal batang pada ekosistem sawit berkelanjutan.
Pendekatan ini dinilai mampu menjaga kesehatan tanah, meningkatkan ketahanan tanaman, sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 7Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 8Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








