Banten

BRIN Turunkan Teknologi Canggih Pascabencana Sumatera, Drone Pendeteksi Jenazah Ikut Dikerahkan

Andi Syafrani | 18 Desember 2025, 14:43 WIB
BRIN Turunkan Teknologi Canggih Pascabencana Sumatera, Drone Pendeteksi Jenazah Ikut Dikerahkan

AKURAT BANTEN - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengambil peran aktif dalam penanganan dampak banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Lembaga riset pemerintah ini menyiapkan berbagai teknologi untuk membantu proses tanggap darurat hingga pemulihan pascabencana.

Salah satu teknologi yang disiapkan adalah penggunaan drone khusus yang dilengkapi sensor untuk mendeteksi keberadaan jenazah yang tertimbun di bawah permukaan tanah. Teknologi ini dinilai sangat membantu proses pencarian korban di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh tim evakuasi.

Baca Juga: Cabai Petani Aceh Diterbangkan ke Jakarta, Mentan Amran Turun Langsung Jaga Harga Pascabencana

Kepala BRIN, Arif Satria, menjelaskan bahwa keterlibatan BRIN sudah dimulai sejak fase awal bencana. Saat itu, BRIN mendapat tugas untuk menyediakan data citra satelit guna mendukung pemetaan wilayah terdampak dan analisis kondisi lapangan.

“Sejak awal kejadian, BRIN ditugaskan menyediakan data citra satelit. Data tersebut langsung kami distribusikan kepada BNPB dan lembaga terkait lainnya,” ujar Arif dalam keterangannya.

Selain BNPB, data tersebut juga dibagikan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Informasi Geospasial (BIG). Data citra satelit ini menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan, mulai dari penentuan zona rawan hingga perencanaan evakuasi.

Baca Juga: Jaksa Kejati Banten Terjaring OTT KPK, Diduga Terkait Suap Pengurusan TKA

Memasuki tahap rekonstruksi dan pemulihan pascabencana, fokus BRIN kini bergeser pada analisis lanjutan berbasis pemantauan satelit. Proses ini dilakukan melalui control room untuk memantau perubahan kondisi wilayah secara berkala dan lebih akurat.

Arif menyebut, pemantauan tersebut penting untuk melihat potensi risiko lanjutan, seperti pergerakan tanah atau ancaman longsor susulan. Dengan data yang presisi, pemerintah diharapkan dapat menyusun langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran.

Dalam mendukung proses pemulihan jangka menengah dan panjang, BRIN juga menjalin koordinasi dengan Kementerian Kehutanan. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan dan pemanfaatan data citra satelit yang berkaitan dengan kondisi tutupan lahan dan kawasan hutan.

Baca Juga: GEGER! Sosok Clara Wirianda Dituding 'Ibu Kandung' Lily Anak Angkat Raffi-Gigi, Caption 'Bunga Kesayangan' Jadi Bukti? Ini Klarifikasi Menohok!

“Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan karena data citra satelit sangat krusial untuk mendukung proses pemulihan wilayah terdampak ke depan,” kata Arif.

BRIN menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan riset dan inovasi dalam penanganan bencana. Pemanfaatan teknologi diharapkan tidak hanya mempercepat proses evakuasi dan pemulihan, tetapi juga menjadi dasar penguatan sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa dapat diantisipasi lebih baik di masa mendatang.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Varin VC
Editor
Varin VC