Banten

Warga Bojong Jaya Keluhkan Abu Batu Bara Diduga dari PT Cisadane Raya Chemical

David Amanda | 4 Juni 2026, 17:46 WIB
Warga Bojong Jaya Keluhkan Abu Batu Bara Diduga dari PT Cisadane Raya Chemical
Warga Bojong Jaya Keluhkan Abu Batu Bara Diduga dari PT Cisadane Raya Chemical (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Warga di Jalan Imam Bonjol, Gang Buntu, RT 01/RW 04, Kelurahan Bojong Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, mengeluhkan polusi debu dan abu batu bara yang diduga berasal dari aktivitas operasional PT Cisadane Raya Chemical (CRC).

Warga mengaku abu hitam dari cerobong pembakaran perusahaan kerap beterbangan hingga masuk ke kawasan permukiman.

Salah seorang warga M, mengatakan abu hitam tersebut hampir setiap hari mengotori rumah dan pekarangan warga. Kondisi itu membuat warga harus membersihkan lingkungan lebih sering dibanding biasanya.

Baca Juga: Setahun Dikeluhkan, Debu yang Diduga dari PT Cisadane Raya Chemical Kotori Permukiman Warga

"Kalau enggak nyapu tiap pagi ya kotor, kalau enggak disapu kotor terus. Kena abu batu bara dari CRC. Suka ngebul dari cerobong asap pembakaran, bikin kotor," ujar M kepada wartawan.

Menurutnya, debu yang beterbangan dari area pabrik membuat warga harus menyapu halaman dan rumah setidaknya dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari.

Jika tidak segera dibersihkan, abu hitam akan menumpuk di lantai, teras rumah, hingga perabotan.

"Jadi tiap pagi sama sore itu harus nyapu, sehari dua kali," katanya.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Baru Bank Indonesia, Investor Khawatir Campur Tangan Politik Makin Besar

Selain mengganggu kebersihan lingkungan, warga juga mengkhawatirkan dampak kesehatan yang ditimbulkan.

M menyebut anak-anak di lingkungan tersebut kerap mengalami batuk yang diduga akibat paparan debu dan asap pembakaran.

"Anak-anak suka batuk. Jemuran kalau di luar juga kotor, kena baju," ungkapnya.

M mengatakan kondisi tersebut bukan persoalan baru lantaran warga trlah lama merasakan dampak yang sama dan beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pihak perusahaan.

Baca Juga: Produk Pangan Indonesia Diburu untuk Katering Haji, Menhaj Ungkap Kendalanya

Namun, M menegaskan, tidak ada tindak lanjut yang diberikan dan mampu menyelesaikan akar persoalan.

"Sudah lama penyebabnya pabrik. Kami sudah lama di sini. Kadang lapor terus ditangani, tapi begitu saja. Karena kita warga biasa jadi ya begitu saja. Paling ada yang datang cuma nanya-nanya," ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih terus berupaya menggali informasi lebih jauh dan melakukan konfirmasi kepada pihak PT Cisadane Raya Chemical. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.