Banten

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura, Suami Diduga Jadi Pelaku

Riski Endah Setyawati | 7 Juni 2026, 19:12 WIB
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura, Suami Diduga Jadi Pelaku
Ilustrasi Tewas (Istimewa)

AKURAT BANTEN - Peristiwa tragis mengguncang Kabupaten Situbondo setelah seorang bidan berinisial Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan meninggal dunia di saluran drainase di kawasan jalur Pantura.

Korban yang diketahui merupakan warga Desa Besuki, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo itu ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Jasad bidan yang bertugas di RSUD Besuki tersebut ditemukan di Jalan Raya Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, tepatnya di sisi selatan jalan nasional yang menghubungkan sejumlah wilayah di pesisir utara Jawa Timur.

Baca Juga: Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh

Saat pertama kali ditemukan, tubuh korban tertutup tumpukan sampah serta balok kayu yang berada di dalam saluran air di pinggir jalan.

Kondisi tersebut membuat proses identifikasi dan evakuasi harus dilakukan secara hati-hati oleh petugas yang datang ke lokasi kejadian.

Kapolsek Banyuglugur, AKP Teguh Santoso, mengungkapkan bahwa kasus tersebut merupakan tindak pidana pembunuhan.

Baca Juga: Bikin Telinga Berdenging Seharian, Vuvuzela Tak Lagi Diizinkan di Piala Dunia 2026

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga adalah suami korban sendiri.

Menurut Teguh, keberadaan jasad korban terungkap setelah pelaku mendatangi aparat kepolisian untuk menyerahkan diri.

"Keberadaan mayat di selokan tersebut terungkap setelah suaminya menyerahkan diri ke Mapolda Jawa Timur. Berdasarkan pengakuan pelaku di Polda Jatim, petugas langsung bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi jasad korban ke kamar jenazah RSU Situbondo," ujar AKP Teguh Santoso.

Baca Juga: Sadis! Dendam Akibat Sering Dipalak, Pedagang Cilok di Tangerang Tewas Dibunuh Ayah dan Anak

Setelah menerima informasi tersebut, aparat gabungan segera menuju lokasi yang disebutkan oleh pelaku untuk memastikan kebenaran pengakuan itu.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, membenarkan bahwa korban merupakan salah satu tenaga kesehatan yang selama ini aktif menjalankan tugas di rumah sakit tersebut.

Baca Juga: PLN Buka Suara soal Tagihan Listrik Naik, ESDM Tegaskan Tarif Tak Berubah Sejak 2017

Kabar duka itu pun menimbulkan rasa kehilangan mendalam di lingkungan tempat korban bekerja.

Rekan-rekan sesama tenaga medis mengaku terkejut atas peristiwa yang menimpa bidan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak rumah sakit, korban diketahui masih menjalankan tugas seperti biasa sebelum ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga: Neymar di Ujung Tanduk! Hasil MRI Pekan Depan Bisa Tentukan Nasibnya di Piala Dunia 2026

"Berdasarkan laporan dari staf RSUD Besuki, korban diketahui masih masuk kerja sebelum akhirnya ditemukan tewas di drainase," kata dr. Imam Haryono.

Aktivitas korban yang masih sempat menjalani dinas malam menjadi salah satu fakta yang kini turut menjadi perhatian dalam proses penyelidikan.

Pihak kepolisian masih terus mendalami kronologi lengkap kejadian, termasuk motif yang melatarbelakangi dugaan pembunuhan tersebut.

Baca Juga: PLN Buka Suara soal Tagihan Listrik Naik, ESDM Tegaskan Tarif Tak Berubah Sejak 2017

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan seorang tenaga kesehatan yang dikenal aktif bertugas melayani masyarakat.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengungkap seluruh fakta di balik peristiwa yang merenggut nyawa bidan asal Situbondo tersebut.

Perkembangan penyidikan selanjutnya akan menentukan langkah hukum yang akan diterapkan terhadap terduga pelaku sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.