Remaja Situbondo Dianiaya di Rumah Sendiri, Pelaku Ngaku Anggota TNI Kini Diburu Polisi

AKURAT BANTEN - Sebuah kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja berinisial DN (19) terjadi di Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Situbondo Kota, Kabupaten Situbondo.
Peristiwa itu terjadi di dalam rumah korban dan kini tengah menjadi perhatian setelah rekaman video kejadian beredar di masyarakat.
Video tersebut direkam secara diam-diam oleh teman korban yang berada di lantai dua rumah saat insiden berlangsung.
Baca Juga: PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Taklukkan Arsenal 4-3 Lewat Adu Penalti
Dalam rekaman itu terlihat seorang pria mengenakan kaus hitam dan celana jeans pendek melakukan pemukulan terhadap DN.
Korban menuturkan, kejadian bermula dari tuduhan yang dilontarkan pelaku kepadanya.
DN disebut telah mengganggu seorang perempuan yang diduga memiliki hubungan dengan pelaku.
Merasa tidak terima, pelaku kemudian mendatangi rumah korban dan memaksakan masuk ke dalam rumah.
"Awalnya pelaku menggedor-gedor pintu samping. Setelah berhasil masuk, dia langsung mengeluarkan selang dari balik bajunya," ujar DN.
Saat kejadian berlangsung, kedua orang tua korban diketahui sedang tidak berada di rumah.
Baca Juga: BRIN Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2029, ASN Tak Pilah Sampah Terancam Sanksi
Di lokasi hanya terdapat DN dan seorang temannya yang berada di lantai atas.
Menurut korban, pelaku tidak menyadari keberadaan temannya tersebut sehingga seluruh kejadian berhasil direkam.
DN membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Baca Juga: BRIN Bongkar Modus Food Fraud, Teknologi Canggih Ini Bisa Deteksi Pangan Palsu dan Non-Halal
Ia menegaskan tidak pernah mengganggu maupun merayu perempuan yang disebut oleh pelaku.
Korban juga mengaku sempat menerima ancaman dan intimidasi verbal.
"Pelaku bilang, 'Kamu yang mengganggu pacar saya. Sekarang kamu berhadapan dengan saya, anggota TNI, bukan satpam!'" kata DN.
Baca Juga: Dua Komandan Hamas Tewas, Iran Sebut Timur Tengah Tak Akan Damai Selama Israel Masih Ada
Sementara itu, pihak keluarga memastikan kasus tersebut akan terus diproses secara hukum.
Ayah korban, Hafid, menyebut keluarga telah mengumpulkan sejumlah bukti yang dinilai kuat untuk mendukung laporan mereka.
Selain rekaman video utuh, keluarga juga memiliki foto-foto serta dua orang saksi mata yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Baca Juga: Blackout Sumatra 2 Hari, DPR Desak PLN Beri Kompensasi Otomatis untuk Pelanggan
"Selain bukti foto dan rekaman video utuh, kami juga punya dua saksi mata yang melihat langsung kejadian. Kami minta penegak hukum memberikan sanksi seberat-beratnya," tegas Hafid.
Hafid juga meminta aparat segera memastikan identitas dan status pelaku agar penanganan perkara dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
"Jika pelaku warga sipil, kami harap polisi menindak tegas. Namun, jika dia benar-benar anggota TNI, kami meminta Polisi Militer turun tangan memberikan sanksi tegas," ujarnya.
Baca Juga: BRIN Targetkan Masalah Sampah Tuntas 2029, ASN Tak Pilah Sampah Terancam Sanksi
Di sisi lain, kepolisian membenarkan telah menerima laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Saat ini, Satreskrim Polres Situbondo masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku sekaligus mendalami seluruh rangkaian peristiwa.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Situbondo, Ipda Jujuk, mengatakan laporan korban telah diterima dan sedang ditindaklanjuti.
Baca Juga: PSG Pertahankan Gelar Liga Champions, Taklukkan Arsenal 4-3 Lewat Adu Penalti
"Laporan sudah kami terima dan saat ini dalam proses penyelidikan. Jika nanti hasil penyelidikan membuktikan pelaku adalah anggota TNI aktif, penanganan kasusnya akan langsung kami limpahkan ke Subdenpom Situbondo," kata Ipda Jujuk.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa sejumlah barang bukti untuk memastikan identitas serta status pelaku secara jelas.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Tiga Kartu Merah dan Dua Gol, Meksiko Buka Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Meyakinkan
- 10Prediksi Australia vs Turki: Adu Generasi Baru di Laga Pembuka Grup D








