Menhan Sjafrie Tinjau Proyek Mobil Nasional di Subang, Target Produksi 300 Ribu Unit per Tahun

AKURAT BANTEN - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin melakukan kunjungan kerja ke kawasan pengembangan Proyek Mobil Nasional di Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Rabu (10/6/2026).
Kunjungan ini dilakukan untuk mengecek langsung progres pembangunan fasilitas manufaktur sekaligus memastikan kesiapan kawasan yang dipersiapkan menjadi salah satu instalasi strategis nasional guna memperkuat sektor industri dan perekonomian Indonesia.
Dalam agenda tersebut, Menhan menerima pemaparan dari Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, terkait rencana pembangunan kawasan industri otomotif terpadu.
Baca Juga: Persiapan Haji 2027 Resmi Dimulai, Kemenhaj Siapkan Transformasi Besar Pelayanan Jemaah
Pada tahap awal, proyek ini dikembangkan di atas lahan seluas 60 hektare dengan target kapasitas produksi mencapai 50.000 unit kendaraan setiap tahun.
Ke depan, kawasan tersebut dirancang berkembang menjadi ekosistem manufaktur terintegrasi seluas 539 hektare dengan kemampuan produksi hingga 300.000 unit kendaraan per tahun.
Menhan menekankan bahwa pembangunan industri nasional yang berbasis teknologi dan manufaktur memiliki peran penting bagi kemandirian bangsa.
Selain meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui penguasaan teknologi, peningkatan daya saing industri, serta pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Untuk memastikan kesiapan kawasan, Menhan turut meninjau sejumlah titik yang akan digunakan sebagai fasilitas utama produksi, pusat rekayasa kendaraan, area pengujian, hingga berbagai sarana pendukung lain yang masuk dalam masterplan pengembangan kawasan industri tersebut.
Dengan kapasitas produksi yang telah direncanakan, proyek ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Subang dan sekitarnya melalui peningkatan investasi, berkembangnya industri pendukung, serta penyerapan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang.
Menhan berharap kolaborasi antara pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat agar proyek strategis nasional ini berjalan sesuai target dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Selain itu, proyek tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri nasional sebagai salah satu fondasi utama ketahanan negara.
Turut mendampingi Menhan dalam kunjungan tersebut antara lain Wakil Panglima TNI, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Kabaloghan Kemhan, Direktur Utama PT Pindad, serta Kepala Staf Kodam III/Siliwangi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






