Menkeu Purbaya Ungkap Target Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2027 Capai 6,5 Persen

AKURAT BANTEN - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan respons pemerintah terhadap pandangan fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) Tahun Anggaran 2027.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (9/6), pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional yang tinggi, realistis, dan berkelanjutan sebagai langkah menuju sasaran pembangunan jangka panjang.
Penyampaian KEM PPKF 2027 menjadi momen penting dalam sejarah pengelolaan keuangan negara.
Untuk pertama kalinya, dokumen KEM PPKF disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba dari Malaysia di Karimun, Sita 1 Kg Sabu dan 582 Ekstasi
Selain itu, dokumen tersebut juga menjadi KEM PPKF pertama yang disusun dan dipresentasikan oleh Purbaya sejak menjabat sebagai Menteri Keuangan.
"KEM PPKF tahun 2027 ini merupakan KEM PPKF pertama dalam sejarah yang disampaikan langsung oleh Bapak Presiden," kata Purbaya dalam pidatonya di hadapan pimpinan dan anggota dewan.
Ia menambahkan, "Ini juga menjadi KEM PPKF pertama saya sebagai Menteri Keuangan."
Pemerintah merancang kebijakan fiskal tahun 2027 dengan fokus pada percepatan aktivitas ekonomi nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Illegal Fishing Masih Marak, DPR Dorong Kapal Modern di Natuna dan Laut Arafura
Dalam kerangka tersebut, target pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada pada kisaran 5,8 persen hingga 6,5 persen.
Capaian itu diharapkan menjadi landasan utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen pada tahun 2029.
Untuk mendukung sasaran, pemerintah menetapkan sejumlah asumsi dasar ekonomi makro.
Tingkat inflasi ditargetkan tetap terkendali dalam rentang 1,5 persen hingga 3,5 persen melalui penguatan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dari tingkat pusat hingga daerah.
Sementara itu, nilai tukar rupiah diperkirakan bergerak pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada level 6,5 persen sampai 7,3 persen.
Adapun asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) dipatok antara 70 dolar AS hingga 95 dolar AS per barel sebagai langkah antisipasi terhadap dinamika ekonomi global.
Dari sisi fiskal, pemerintah merancang defisit anggaran tahun 2027 pada kisaran 1,8 persen hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Defisit tersebut akan ditopang oleh target pendapatan negara sebesar 11,82 persen sampai 12,40 persen PDB, sementara belanja negara direncanakan berada pada rentang 13,62 persen hingga 14,80 persen PDB.
Dalam upaya menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat dan sektor produktif, belanja negara akan difokuskan pada delapan klaster prioritas pembangunan nasional serta satu klaster pendukung (enabler) yang mencakup total 60 program kerja.
Delapan klaster prioritas tersebut mencakup penguatan kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan layanan kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, pembangunan infrastruktur perumahan serta ketahanan bencana, pengembangan ekonomi kerakyatan dan desa, serta percepatan pengentasan kemiskinan.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas program perlindungan sosial.
Penyaluran bantuan sosial dan subsidi akan dilakukan secara lebih tepat sasaran melalui pendekatan berbasis penerima manfaat langsung dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Menutup penyampaiannya, Menkeu Purbaya menegaskan bahwa berbagai pandangan dan masukan dari delapan fraksi DPR RI akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam penyusunan APBN 2027 agar tetap sehat, kredibel, dan berkelanjutan.
"Atas nama pemerintah kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya atas dukungan dan kerja sama segenap anggota Dewan Perwakilan yang terhormat. Semoga pembicaraan pendahuluan RAPBN tahun anggaran 2027 dapat berjalan lancar dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 5Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Juventus Tak Terima Kalah dari Cristiano Ronaldo! Kasus Gaji Rp190 Miliar Kini Dibawa ke Pengadilan Tertinggi Italia
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!








