Perang Berakhir! Trump Sebut Kesepakatan Damai AS-Iran Siap Ditandatangani, Selat Hormuz Akan Dibuka

AKURAT BANTEN - Diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran telah dijadwalkan untuk segera ditandatangani pada Minggu, 14 Juni 2026.
Kabar ini menjadi pertanda baik berakhirnya ketegangan yang sebelumnya memanas di Timur Tengah.
Disampaikan Trump melalui akun Truth Social miliknya pada Sabtu (13/6), Trump menyebut proses negosiasi antara Washington dan Teheran telah mencapai tahap akhir dan tinggal menunggu penandatanganan resmi.
Ia bahkan mengklaim bahwa dampak langsung dari kesepakatan itu adalah dibukanya kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi perhatian dunia internasional.
“Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump.
Trump juga menegaskan bahwa Iran tidak akan lagi memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Menurutnya, Teheran tidak akan memperoleh senjata nuklir melalui pembelian, pengembangan, maupun metode lainnya.
Ia menyebut hubungan Amerika Serikat dan Iran kini jauh lebih baik dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya. Trump turut menyinggung kebijakan era mantan Presiden AS Barack Obama terkait pencairan dana kepada Iran.
“Tidak akan ada uang yang berpindah tangan,” kata Trump, sembari membandingkan dengan kebijakan pemerintahan Obama yang disebutnya pernah memberikan dana hingga ratusan miliar dolar kepada Iran, termasuk pembayaran tunai sebesar 1,7 miliar dolar AS.
Selain itu, Trump juga menyampaikan bahwa Amerika Serikat nantinya akan mengambil langkah terkait “debu nuklir” Iran ketika kondisi dinilai benar-benar aman dan stabil.
Baca Juga: Warga Jabodetabek Garuk Kepala: Tarif Busway Mau Naik, Angkot JakLingko Bakal Bayar Segini!
Sinyal positif terkait kesepakatan damai ini sebelumnya juga datang dari Pakistan. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengungkapkan bahwa proses penandatanganan elektronik antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung pada Minggu.
Pemerintah Pakistan dan Arab Saudi disebut menyambut baik perkembangan perundingan tersebut yang kini memasuki tahap final.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sedekat ini dalam mencapai nota kesepahaman.
Di sisi lain, Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan bahwa naskah final kesepakatan damai telah disepakati oleh pihak-pihak terkait.
Meski demikian, Iran tetap mempertahankan sikapnya terkait pengelolaan uranium yang diperkaya tingkat tinggi. Araghchi menegaskan bahwa proses pengolahan uranium Iran harus tetap dilakukan di wilayah Iran dan tidak boleh dipindahkan ke negara lain.
Kesepakatan AS-Iran ini dipandang sebagai langkah besar dalam meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus berpotensi memengaruhi stabilitas harga minyak dunia dan keamanan jalur perdagangan internasional. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







