Indonesia Masih Impor 80 Persen Susu, Ancaman Ketahanan Pangan Mulai Disorot

AKURAT BANTEN - Indonesia terus berupaya memperkuat swasembada susu nasional di tengah tingginya ketergantungan terhadap impor yang masih mencapai sekitar 80 persen dari total kebutuhan dalam negeri.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengungkapkan bahwa produksi susu nasional saat ini baru menyentuh sekitar satu juta ton per tahun.
Sementara itu, kebutuhan susu masyarakat Indonesia telah mencapai empat juta ton sehingga sebagian besar pasokan masih berasal dari luar negeri.
"Sejak tahun 1920-an, investasi telah mengalir ke Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan susu negara. Sektor ini kemudian tumbuh pesat antara tahun 2000 dan 2020," ujar Hanif.
"Namun, semuanya masih berorientasi pada impor. Delapan puluh persen kebutuhan susu kita dipenuhi melalui impor. Sudah lama kita terhambat oleh ketergantungan pada pasokan impor," katanya.
Hanif menilai ketergantungan tinggi terhadap impor susu dapat menjadi ancaman bagi ketahanan pangan nasional, terutama ketika terjadi gangguan geopolitik global yang berdampak pada distribusi dari negara-negara eksportir utama.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah kini mendorong pembangunan ekosistem industri susu yang terintegrasi mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus memperkuat rantai pasok nasional.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 Disiarkan TVRI, Kemkomdigi Siapkan 200 Titik Nobar Baru
Ia menjelaskan bahwa strategi tersebut meliputi penambahan populasi ternak sapi perah, peningkatan produktivitas peternakan, penguatan riset dan inovasi, hingga pengembangan kapasitas industri pengolahan susu agar sektor persusuan nasional semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Hanif juga menegaskan bahwa penguatan industri peternakan sapi perah memiliki peran penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, asupan nutrisi yang cukup menjadi faktor utama dalam menyiapkan generasi dan tenaga kerja masa depan Indonesia.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Geger! Survei SMRC Ungkap Skor Kepemimpinan Tokoh Nasional, Mahfud MD di Puncak, Gibran Terbawah
- 2Mahfud MD Soroti OTT KPK di BNPB, Dana Bencana Diduga Bermasalah saat Warga Butuh Bantuan
- 3Tiga Hari Lagi! Wajib Halal Berlaku 18 Oktober 2026, Ini Daftar Produk yang Harus Punya Sertifikat
- 4Bikin Bangga! Persib Menang atas The Cong-Viettel, Liga Indonesia Kini Tembus 16 Besar Asia
- 5Singgung Asap dan Oksigen, Syahganda Dikritik Pejabat Malaysia! Indonesia Didesak Minta Maaf
- 6Lille Dihajar Arsenal 0-3, tapi Calvin Verdonk Ukir Rekor Bersejarah untuk Indonesia di Liga Champions!
- 7Tangsel Rapi, DPUPR Banten Mulai Bersihkan Kabel Internet Semrawut di Jalan Aria Putra
- 8Man City Dihantam Kasus Finansial, Steven Gerrard Angkat Suara: Bukan Degradasi, Hukuman Ini yang Harus Diterima!
- 9Mbappe Ukir Sejarah saat Real Madrid Comeback 4-3! Rekor Messi Resmi Terlewati, Golnya Tambah Catatan Gila
- 10Real Madrid Menang Dramatis di Markas Roma, Mourinho Malah Tak Mau Selebrasi: Alasannya Bikin Haru!









