Banten

Respon PDIP soal Jokowi Gabung PSI, Deddy Sitorus: Mau Pakai Jaket Partai Apa Pun Terserah

Cristina Malonda | 15 Juni 2026, 18:50 WIB
Respon PDIP soal Jokowi Gabung PSI, Deddy Sitorus: Mau Pakai Jaket Partai Apa Pun Terserah
Respon PDIP soal Jokowi Gabung PSI, Deddy Sitorus: Mau Pakai Jaket Partai Apa Pun Terserah (foto: PSI)

AKURAT BANTEN - Wacana bergabungnya Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kembali menjadi sorotan publik.

Menanggapi isu tersebut, PDI Perjuangan (PDIP) memilih bersikap santai dan menganggap langkah politik Jokowi bukan lagi urusan partai berlambang banteng itu.

Ketua DPP PDIP Deddy Yevri Sitorus menegaskan hubungan politik antara PDIP dan Jokowi telah berakhir sejak mantan wali kota Solo tersebut tidak lagi menjadi bagian dari partai.

Baca Juga: Megawati Sindir TNI-Polri yang Hadang Demo Mahasiswa: 'Kalau Salah, Tangkap Saya!'

Menurut Deddy, kedekatan Jokowi dengan PSI sebenarnya bukan hal baru. Ia bahkan menilai Jokowi sudah sejak lama memiliki keterkaitan kuat dengan partai yang kini dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

“Bukankah sejak dulu dia memang dekat dengan PSI? Anaknya sekarang menjadi ketua umum, dan sebelumnya juga banyak orang-orang dekatnya di pemerintahan maupun BUMN yang diarahkan ke PSI,” ujar Deddy kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/6/2026).

PDIP Tegaskan Tak Lagi Punya Kepentingan dengan Jokowi

Deddy menekankan bahwa PDIP tidak ingin lagi mencampuri keputusan politik Jokowi, termasuk jika nantinya benar menduduki posisi Ketua Dewan Pembina PSI.

Ia menyebut keputusan tersebut sepenuhnya menjadi hak pribadi Jokowi setelah tidak lagi menjadi kader PDIP.

Baca Juga: Seskab Teddy Unggah Momen TNI-Polri Bersihkan Bekas Demo, Publik Soroti Sikap Aparat

“Bagi kami urusan dengan Jokowi sudah selesai. Beliau juga sudah bukan anggota partai. Jadi mau memakai jaket partai apa pun, itu hak beliau,” katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus mempertegas posisi PDIP yang kini memilih fokus menghadapi dinamika politik nasional tanpa melibatkan nama Jokowi dalam agenda internal partai.

Meski tidak lagi mengaitkan diri dengan Jokowi, PDIP mengaku tetap memantau perkembangan PSI ke depan. Terutama terkait kemungkinan perubahan peta politik nasional menjelang Pemilu 2029.

Baca Juga: Ribuan Mahasiswa Demo Turun ke Jalan Bawa Tuntutan 11+9, Soroti BBM hingga PHK Massal

Deddy mengatakan masih terlalu awal untuk menilai seberapa besar pengaruh Jokowi jika benar-benar bergabung secara resmi dengan PSI. Menurutnya, dampak terhadap elektabilitas PSI maupun PDIP baru bisa dilihat mendekati momentum pemilu.

“Apakah nantinya akan berdampak terhadap PDI Perjuangan atau tidak, kita lihat saja nanti karena pemilu masih cukup lama,” ujarnya.

Isu bergabungnya Jokowi ke PSI sendiri terus memicu spekulasi politik. Banyak pihak menilai langkah tersebut dapat memperkuat posisi PSI sebagai partai anak muda sekaligus membuka babak baru dalam dinamika politik nasional pasca-Pilpres 2024. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.