Banten

AS-Iran Menuju Perdamaian? Kesepakatan Tentatif Diklaim Tercapai, Penandatanganan Dijadwalkan 19 Juni

Viona Sebastian Nolani | 16 Juni 2026, 11:05 WIB
AS-Iran Menuju Perdamaian? Kesepakatan Tentatif Diklaim Tercapai, Penandatanganan Dijadwalkan 19 Juni
Ilustrasi kapal tanker melintasi Selat Hormuz di tengah konflik kawasan yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. (iStock)

AKURAT BANTEN - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diklaim telah tercapai setelah serangkaian perundingan intensif yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Kesepakatan tersebut disebut mencakup penghentian seluruh aktivitas militer secara langsung dan permanen, membuka peluang berakhirnya ketegangan yang selama ini membayangi hubungan kedua negara.

Pengumuman mengenai tercapainya kesepakatan itu disampaikan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif melalui akun X miliknya.

Menurut Sharif, proses negosiasi yang melibatkan berbagai pihak akhirnya menghasilkan titik temu yang disepakati oleh Washington dan Teheran.

Baca Juga: Konflik AS-Iran Menuju Akhir? Indonesia Sambut Kesepakatan Damai yang Bakal Ubah Timur Tengah

"Setelah perundingan yang berlangsung secara intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai," tulis Sharif melalui platform X.

Sharif menjelaskan bahwa kedua negara telah menyetujui penghentian operasi militer di seluruh wilayah yang terkait dengan konflik, termasuk aktivitas yang berkaitan dengan Lebanon.

Ia juga mengungkapkan bahwa penandatanganan resmi perjanjian damai tersebut dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni.

Pernyataan serupa juga datang dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Baca Juga: Suhu Ekstrem Ancam Piala Dunia 2026, Ilmuwan Sebut Pemain Bisa dalam Bahaya

Melalui platform Truth Social, Trump menyebut bahwa proses penyusunan perjanjian damai dengan Iran telah selesai.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah lengkap. Selamat untuk semua!" tulis Trump melalui platform Truth Social.

Selain mengonfirmasi tercapainya kesepakatan, Trump juga menyatakan telah memberikan izin penuh untuk membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya tambahan.

Ia menambahkan bahwa blokade angkatan laut AS yang sebelumnya diterapkan di jalur pelayaran strategis tersebut akan segera dicabut.

Baca Juga: Matt Freese, Kiper Jenius AS Lulusan Harvard yang Bersinar di Piala Dunia 2026

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak kembali mengalir!" tulis Trump.

Pernyataan Trump tersebut muncul tidak lama setelah Shehbaz Sharif lebih dulu mengumumkan keberhasilan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Terobosan diplomatik itu turut mendapat sambutan positif dari sejumlah negara Eropa.

Jerman, Inggris, Prancis, dan Italia menyatakan dukungannya terhadap hasil negosiasi yang diumumkan pada Minggu malam tersebut.

Baca Juga: Timnas Iran Dihantam Konflik Timur Tengah Jelang Piala Dunia 2026, Kapten Ungkap Situasi Mencekam

Dalam pernyataan bersama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyebut kesepakatan tersebut sebagai "langkah yang sangat penting untuk mengakhiri perang."

Starmer menilai fokus berikutnya harus diarahkan pada upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka agar dampak ekonomi akibat konflik dapat ditekan.

Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian rincian kesepakatan yang berkaitan dengan program nuklir Iran.

Selain itu, Starmer menyatakan bahwa keempat negara Eropa tersebut siap mencabut sanksi yang relevan apabila Iran menunjukkan langkah-langkah yang jelas dan dapat diverifikasi terkait program nuklirnya.

Baca Juga: Operasi SAR Lanal Tegal Berhasil Temukan ABK Tenggelam di PPP Jongor

Dukungan juga datang dari Qatar yang berperan sebagai salah satu mediator dalam proses perundingan.

Pemerintah Qatar menyambut baik pengumuman mengenai tercapainya kesepakatan damai tersebut dan berharap proses dialog dapat terus berlanjut.

"Kami berharap seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam perundingan selanjutnya dengan semangat yang positif dan konstruktif, sehingga kemajuan ini dapat dipertahankan dan menjadi landasan bagi langkah-langkah berikutnya," ujar Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani dalam pernyataan yang diunggah di platform X.

Dengan adanya kesepakatan ini, harapan terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah kembali menguat.

Baca Juga: KRI Imam Bonjol 383 Gerebek Kapal Ikan di Perairan Pulau Pusung, 6 ABK Diduga Konsumsi Sabu

Berbagai pihak kini menantikan implementasi nyata dari perjanjian tersebut, termasuk penyelesaian isu keamanan regional, kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta perkembangan program nuklir Iran dalam tahap perundingan berikutnya.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.