Banten

Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Meski Pasokan Batu Bara PLN Masih Bermasalah

Viona Sebastian Nolani | 18 Juni 2026, 20:37 WIB
Bahlil Pastikan Tak Ada Pemadaman Listrik, Meski Pasokan Batu Bara PLN Masih Bermasalah
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan listrik nasional tetap aman meski pasokan batu bara kalori medium masih menjadi tantangan. (YouTube/TVR Parlemen)

AKURAT BANTEN - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan listrik nasional tetap aman meski pemerintah masih menghadapi kendala dalam pemenuhan batu bara kalori medium untuk sejumlah pembangkit listrik.

Menurut Bahlil, kondisi tersebut tidak akan mengganggu keandalan sistem kelistrikan nasional maupun memicu pemadaman listrik.

Saat ditanya mengenai kemungkinan terjadinya pemadaman akibat kendala pasokan batu bara, ia menegaskan bahwa situasi masih terkendali.

“Insyaallah enggak ya,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Prabowo Dihubungi Presiden Palestina, Pesan Khusus Mahmoud Abbas Jadi Sorotan

Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 154 juta ton.

Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 134 juta ton sudah terikat kontrak, sehingga sisa kebutuhan yang belum terpenuhi berkisar antara 18 juta hingga 20 juta ton.

“Batu baranya pun dari total kebutuhan 154.000.000 ton pada tahun 2026 PLN sudah melakukan kontrak 134.000.000 ton jadi tinggal kurang lebih sekitar 18.000.000-20.000.000 ton yang belum jadi overall gak ada masalah,” ungkap Bahlil.

Ia menegaskan persoalan yang tengah menjadi perhatian pemerintah bukan terletak pada total volume batu bara yang tersedia, melainkan pada pasokan batu bara kalori medium, terutama jenis kalori 5.200 yang masih dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik.

Baca Juga: Ekonomi Digital RI Tembus USD 100 Miliar, Meutya Hafid Ungkap Tantangan Terbesar Indonesia

Kondisi ini terjadi karena kualitas kalori batu bara domestik yang diproduksi saat ini cenderung menurun, sehingga ketersediaan batu bara dengan spesifikasi tersebut semakin terbatas di pasar.

“Yang jelas untuk sampai dengan bulan Juni tadi kita sudah rapat itu ada kendala memang sedikit terhadap batu bara yang medium kalori yang 5.200. Kita kan tahu bahwa sekarang kan kalori batu bara kita ini kan semakin hari kan semakin rendah nah ini yang kita lagi cari solusinya, tapi secara yang lainnya gak ada masalah,” ujar Bahlil.

Lebih lanjut, ia mengatakan tantangan pasokan batu bara kalori medium juga dipengaruhi meningkatnya biaya produksi.

Saat ini, stripping ratio atau rasio pengupasan lapisan tanah penutup tambang telah berada di kisaran 8%-12%, yang berdampak pada kenaikan biaya operasional perusahaan tambang.

Baca Juga: Deepfake AI Makin Canggih, Wamen Nezar: Penipuan Digital Kini Sulit Dibedakan dari Aslinya

Karena itu, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketersediaan batu bara kalori medium bagi pembangkit listrik, sekaligus memastikan kegiatan usaha pertambangan tetap berjalan secara berkelanjutan.

Sebelumnya, Kementerian ESDM juga membantah isu yang menyebut pemadaman listrik bergilir di wilayah Jabodetabek terjadi akibat menipisnya stok batu bara.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menegaskan gangguan listrik yang sempat terjadi saat itu murni disebabkan faktor teknis dan tidak berkaitan dengan ketersediaan bahan bakar pembangkit.

“Tidak ada batu bara menipis,” kata Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.