Banten

Warga Kawasan Kavling DPR Tangerang Keluhkan Drainase Buruk dan Temuan Kabel PLN di Selokan

David Amanda | 6 April 2026, 20:05 WIB
Warga Kawasan Kavling DPR Tangerang Keluhkan Drainase Buruk dan Temuan Kabel PLN di Selokan
Warga Kawasan Kavling DPR Tangerang Keluhkan Drainase Buruk dan Temuan Kabel PLN di Selokan (David Amanda/Akurat Banten)

AKURAT BANTEN - Warga di kawasan Kavling DPR, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, khususnya di sekitar Gang Ambon dan Simpang Empat, mengeluhkan buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan air berkepanjangan.

Kondisi ini diduga dipicu oleh kabel listrik milik PLN Cikokol yang dibiarkan berada di dalam gorong-gorong hingga menghambat aliran air.

Pantauan di Jl. Bulak Kinung Kavling DPR hingga Jl. Kampung Neroktog menunjukkan genangan terjadi di sejumlah titik dan disertai kondisi jalan yang rusak dan berlubang.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Bandara Soetta, 40 Penerbangan Terdampak dan 12 Pesawat Dialihkan

Syamsul Ketua RW 06 di Kampung Neroktog, menyebut persoalan ini sudah berlangsung lama, sejak sekitar tahun 2015.

Ia menjelaskan, sebelum maraknya proyek galian kabel pada 2013-2014, aliran air di wilayah tersebut masih lancar dan tidak terjadi genangan.

"Masalah utamanya kabel PLN di dalam gorong-gorong. Aliran jadi mampet. Di Simpang Empat bahkan terlihat kabel muncul ke permukaan," ujar Syamsul, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, keluhan ini telah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun.

Baca Juga: Sampah dan Penyempitan Aliran di Bendungan Polor Perparah Banjir Kiriman di Kota Tangerang

Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Tangerang untuk mengatasi persoalan tersebut.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat wilayah Kavling DPR lainnya, seperti Blok B, justru telah mendapatkan pembangunan drainase dari pemerintah.

"Secara logika, Kavling DPR bukan kawasan pengembang swasta. Jadi tidak seharusnya terhambat aturan penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Warga dan pelaku usaha di sini juga membayar pajak," tambahnya.

Minimnya respons dari Pemerintah Kota Tangerang membuat warga terpaksa mengambil langkah swadaya untuk penanganan sementara.

Baca Juga: Iran Akhirnya Luluh? Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Beri Sinyal Kuat Pembebasan

Bersama pengurus RT dan pihak pabrik, mereka membangun saluran drainase sederhana di beberapa titik untuk mengurangi dampak genangan.

Syamsul juga mengungkapkan, laporan kepada pihak PLN sejauh ini belum membuahkan hasil.

Penanganan yang dilakukan dinilai hanya sebatas perbaikan teknis terhadap kabel yang menyumbat saluran.

Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran

Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama yang vital bagi mobilitas warga dan aktivitas industri.

"Warga sudah capek. Kami sampai membuat jalur cadangan di tengah. Kalau mampet, kami bongkar dan bersihkan sendiri setiap kali hujan," tutupnya.

Hingga berita ini di publish redaksi Akurat.co Banten masih menggali informasi lebih lanjut dan berupaya melakukan konfirmasi kepada dinas dan pihak PLN terkait hal tersebut. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.