Warga Kawasan Kavling DPR Tangerang Keluhkan Drainase Buruk dan Temuan Kabel PLN di Selokan

AKURAT BANTEN - Warga di kawasan Kavling DPR, Kelurahan Neroktog, Kecamatan Pinang, khususnya di sekitar Gang Ambon dan Simpang Empat, mengeluhkan buruknya sistem drainase yang menyebabkan genangan air berkepanjangan.
Kondisi ini diduga dipicu oleh kabel listrik milik PLN Cikokol yang dibiarkan berada di dalam gorong-gorong hingga menghambat aliran air.
Pantauan di Jl. Bulak Kinung Kavling DPR hingga Jl. Kampung Neroktog menunjukkan genangan terjadi di sejumlah titik dan disertai kondisi jalan yang rusak dan berlubang.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Terjang Bandara Soetta, 40 Penerbangan Terdampak dan 12 Pesawat Dialihkan
Syamsul Ketua RW 06 di Kampung Neroktog, menyebut persoalan ini sudah berlangsung lama, sejak sekitar tahun 2015.
Ia menjelaskan, sebelum maraknya proyek galian kabel pada 2013-2014, aliran air di wilayah tersebut masih lancar dan tidak terjadi genangan.
"Masalah utamanya kabel PLN di dalam gorong-gorong. Aliran jadi mampet. Di Simpang Empat bahkan terlihat kabel muncul ke permukaan," ujar Syamsul, Senin (6/4/2026).
Menurutnya, keluhan ini telah berulang kali diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) setiap tahun.
Baca Juga: Sampah dan Penyempitan Aliran di Bendungan Polor Perparah Banjir Kiriman di Kota Tangerang
Namun hingga kini, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Tangerang untuk mengatasi persoalan tersebut.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat wilayah Kavling DPR lainnya, seperti Blok B, justru telah mendapatkan pembangunan drainase dari pemerintah.
"Secara logika, Kavling DPR bukan kawasan pengembang swasta. Jadi tidak seharusnya terhambat aturan penyerahan fasilitas sosial dan fasilitas umum. Warga dan pelaku usaha di sini juga membayar pajak," tambahnya.
Minimnya respons dari Pemerintah Kota Tangerang membuat warga terpaksa mengambil langkah swadaya untuk penanganan sementara.
Baca Juga: Iran Akhirnya Luluh? Kapal Pertamina yang Tertahan di Selat Hormuz Beri Sinyal Kuat Pembebasan
Bersama pengurus RT dan pihak pabrik, mereka membangun saluran drainase sederhana di beberapa titik untuk mengurangi dampak genangan.
Syamsul juga mengungkapkan, laporan kepada pihak PLN sejauh ini belum membuahkan hasil.
Penanganan yang dilakukan dinilai hanya sebatas perbaikan teknis terhadap kabel yang menyumbat saluran.
Baca Juga: Kapal Pertamina Tertahan, DPR Minta Prabowo Turun Tangan Langsung Temui Iran
Ia berharap Pemerintah Kota Tangerang segera turun tangan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama yang vital bagi mobilitas warga dan aktivitas industri.
"Warga sudah capek. Kami sampai membuat jalur cadangan di tengah. Kalau mampet, kami bongkar dan bersihkan sendiri setiap kali hujan," tutupnya.
Hingga berita ini di publish redaksi Akurat.co Banten masih menggali informasi lebih lanjut dan berupaya melakukan konfirmasi kepada dinas dan pihak PLN terkait hal tersebut. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Dadan Hindayana Jadi Tersangka, Tiyo Ardianto: Dari Awal Saya Bilang MBG Itu 'Maling Berkedok Gizi'
- 2GEMPAR! Mantan Ketua BEM UGM Bongkar Rahasia 'Lembaga Berbintang' yang Coba Menyuapnya
- 3Sempat Dibela Dadan Hindayana, 41 Dapur MBG Anak Pejabat DPRD Sulsel Tuai Sorotan, Aktivis Desak Audit Menyeluruh
- 4Demo Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, BEM UI Bawa 5 Tuntutan Keras untuk Pemerintah
- 5Mahfud MD Heran Nanik S Deyang Tak Tersentuh Pemeriksaan Kasus MBG, Desak Kejagung Buka Alasannya
- 6Iran Protes Keras ke FIFA Jelang Piala Dunia 2026, Hanya Boleh Masuk Amerika Serikat Saat Hari Pertandingan
- 7Prediksi Portugal vs Chile: Ronaldo dan Generasi Emas Portugal Siap Kirim Peringatan ke Rival Piala Dunia
- 8Cedera Hancurkan Mimpi Wesley di Piala Dunia 2026, Ederson Resmi Dipanggil Brasil
- 9Perang Berbalik Arah? Ukraina Mulai Rebut Wilayah Rusia Berkat Serangan Drone Mematikan
- 10Jerman Peringatkan Rusia Bisa Ancam NATO pada 2029, Eropa Mulai Siaga Perang









