Banten

Anggaran Reses DPRD Kota Tangerang Naik Jadi Rp3,76 Miliar pada 2026, Belanja Konsumsi Tembus Rp2,25 Miliar

David Amanda | 20 Juni 2026, 12:15 WIB
Anggaran Reses DPRD Kota Tangerang Naik Jadi Rp3,76 Miliar pada 2026, Belanja Konsumsi Tembus Rp2,25 Miliar
Anggaran Reses DPRD Kota Tangerang Naik Jadi Rp3,76 Miliar pada 2026, Belanja Konsumsi Tembus Rp2,25 Miliar (foto: istimewa)

AKURAT BANTEN - Anggaran kegiatan reses anggota DPRD Kota Tangerang pada tahun 2026 mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, total pagu berbagai paket pengadaan untuk mendukung pelaksanaan reses tahun 2026 mencapai sekitar Rp3,76 miliar.

Jumlah tersebut meningkat Rp197,4 juta atau sekitar 5,55 persen dibandingkan pagu kegiatan reses tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp3,56 miliar.

Baca Juga: Prediksi Skor Brasil vs Haiti di Grup C Piala Dunia 2026: Selecao Bidik Kemenangan Perdana

Kenaikan anggaran paling signifikan terlihat pada pos makan dan minum kegiatan reses. Pada 2025, anggaran konsumsi reses tercatat sebesar Rp1,98 miliar.

Sementara pada 2026 meningkat menjadi Rp2,25 miliar atau bertambah sekitar Rp274,48 juta untuk tiga kali pelaksanaan kegiatan reses.

Selain konsumsi, anggaran untuk kebutuhan sewa perlengkapan kegiatan reses juga mengalami peningkatan.

Baca Juga: Bahlil Pastikan B50 Meluncur Juli 2026, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor Diesel

Jika pada 2025 total pagu sewa peralatan reses mencapai sekitar Rp1,15 miliar, maka pada 2026 naik menjadi Rp1,29 miliar atau bertambah sekitar Rp133,17 juta.

Di sisi lain, tidak seluruh komponen mengalami kenaikan. Salah satunya pada anggaran cetak spanduk reses yang justru turun dari Rp237,86 juta pada 2025 menjadi Rp208,44 juta pada 2026. Penurunan tersebut mencapai sekitar Rp29,42 juta.

Berdasarkan rincian paket yang tercantum dalam SiRUP, pengadaan pada 2026 terbagi dalam sejumlah kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing daerah pemilihan (dapil), meliputi kebutuhan konsumsi, pencetakan spanduk, fotokopi dokumen, hingga penyewaan perlengkapan kegiatan.

Baca Juga: Prediksi Skor Skotlandia vs Maroko: Ujian Konsistensi Singa Atlas di Tengah Ambisi Tartan Army

Meski mengalami kenaikan, porsi terbesar anggaran reses tahun 2026 masih terserap untuk kebutuhan konsumsi. Nilainya mencapai lebih dari 60 persen dari total pagu kegiatan reses yang terdaftar dalam sistem pengadaan.

Kenaikan pagu tersebut juga muncul di tengah dorongan efisiensi penggunaan anggaran di daerah.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam mengatakan anggaran reses tidak hanya mencakup tunjangan anggota dewan, tetapi juga kebutuhan penyelenggaraan kegiatan yang telah diatur dalam ketentuan pemerintah.

Baca Juga: Hanya Tersisa Dua Ekor di Dunia, Indonesia Siapkan Misi Besar Selamatkan Badak Kalimantan

"Kalau reses itu itemnya satu, bicaranya ada tunjangan. Tunjangan itu diatur berdasarkan ketentuan PP yang ada. Besarannya pun sama. Cuma bedanya kita dengan daerah lain, kita masuk kategori kemampuan fiskalnya tinggi. Jadi akan berbeda," kata Rusdi, Rabu (10/6/26)

Menurut dia, dalam anggaran reses juga terdapat komponen fasilitasi kegiatan, seperti penyediaan tenda, konsumsi, hingga kebutuhan panitia lokal yang mendukung pelaksanaan reses di lapangan.

"Satu itemnya itu ada kaitan sama tunjangan reses, kemudian ada fasilitasi penyelenggaraan, ada tenda, ada makan minum, ada juga kegiatan panitia lokal. Selebihnya enggak ada," ujarnya.

Baca Juga: Insiden Penembakan Gegerkan Markas Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Pelaku Masih Dalam Pengejaran

Rusdi menegaskan, kegiatan reses dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam satu tahun masa sidang sehingga kebutuhan anggarannya dihitung berdasarkan seluruh rangkaian kegiatan tersebut.

"Itu setahun kita tiga kali reses dalam satu tahun. Jadi memang perhitungannya seperti itu dan hampir semua daerah juga sama siklusnya," pungkasnya. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.