MoU Islamabad Disambut Negara R-4, Pakistan hingga Mesir Desak AS-Iran Segera Capai Kesepakatan Final

AKURAT BANTEN - Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir menyambut positif penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad antara Amerika Serikat dan Iran.
Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan Menteri Luar Negeri Regional Four (R-4) yang digelar di Kairo, Mesir, Minggu (21/6).
Dalam pernyataan bersama yang dirilis setelah pertemuan, keempat negara menilai MoU Islamabad sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka jalan menuju penyelesaian konflik yang selama ini mengancam stabilitas kawasan.
Pertemuan itu berlangsung bertepatan dengan pembicaraan teknis tingkat tinggi antara delegasi AS dan Iran di Swiss.
Pakistan dan Qatar bertindak sebagai mediator dalam perundingan yang membahas rincian implementasi MoU tersebut.
Baca Juga: Indonesia Kandidat Terkuat Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Debut Pemain Diaspora Baru Makin Dekat
Negara-negara peserta menyebut perkembangan tersebut sebagai “langkah konstruktif menuju de-eskalasi dan menuju pengakhiran konflik yang menimbulkan risiko signifikan terhadap keamanan dan stabilitas regional, serta terhadap pasar energi, jalur maritim internasional, rantai pasokan global, dan perdagangan internasional.”
Para menteri luar negeri juga mengapresiasi berbagai upaya diplomatik yang membantu tercapainya kesepahaman antara kedua pihak.
Mereka menekankan pentingnya pelaksanaan seluruh komitmen yang telah disepakati secara sungguh-sungguh.
Dalam pernyataan itu, Pakistan mendapat apresiasi khusus atas perannya dalam mendorong tercapainya kesepakatan bersejarah tersebut, didukung oleh Qatar yang turut memfasilitasi proses negosiasi.
“Para Menteri juga memuji koordinasi yang berkelanjutan dan erat antara Pakistan dan mereka terkait isu penting ini,” demikian pernyataan tersebut.
Baca Juga: Richard Arief Muljadi Ditangkap di Soekarno-Hatta, Buronan Kasus Penipuan Batu Bara Rp7 Miliar
Keempat negara juga menegaskan pentingnya melanjutkan momentum positif yang telah tercipta dengan mempercepat tahap negosiasi berikutnya.
“Pentingnya mencapai kesimpulan yang cepat dan sukses pada fase negosiasi selanjutnya, yang bertujuan untuk mencapai solusi yang langgeng, dapat diverifikasi, dan saling diterima untuk isu-isu yang tersisa.”
Menurut para menteri, proses tersebut harus memperhatikan kepentingan keamanan negara-negara kawasan, terutama negara-negara Teluk Arab dan Levant, guna memperkuat stabilitas regional dalam jangka panjang.
Selain membahas hubungan AS-Iran, pertemuan R-4 juga menyoroti isu Palestina.
Para menteri menegaskan kembali bahwa penyelesaian masalah Palestina tetap menjadi kunci bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah.
Baca Juga: Bahlil Pastikan B50 Meluncur Juli 2026, Indonesia Siap Kurangi Ketergantungan Impor Diesel
“Dengan menegaskan kembali pentingnya perjuangan Palestina bagi pencapaian perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah, para menteri menggarisbawahi bahwa perjuangan Palestina tetap menjadi inti dari upaya untuk mencapai perdamaian yang adil, komprehensif, dan abadi di kawasan ini dan merupakan pilar utama bagi terwujudnya tatanan regional yang stabil dan aman.”
Perhatian khusus juga diberikan terhadap kondisi kemanusiaan dan politik di Gaza, Tepi Barat, serta Yerusalem Timur.
“Para menteri menegaskan kembali dukungan mereka terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan pembentukan negara Palestina merdeka berdasarkan garis batas 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sebagai landasan yang sangat diperlukan untuk mencapai perdamaian yang adil, komprehensif, dan abadi di kawasan tersebut sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan.”
Usai pertemuan, Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar meninggalkan Kairo untuk kembali ke Islamabad setelah melakukan transit singkat di Madinah.
Baca Juga: Hanya Tersisa Dua Ekor di Dunia, Indonesia Siapkan Misi Besar Selamatkan Badak Kalimantan
Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan para menteri luar negeri R-4 meninjau perkembangan MoU Islamabad, bertukar pandangan mengenai isu regional dan global, serta menegaskan komitmen bersama terhadap dialog dan diplomasi.
Pembahasan juga difokuskan pada peningkatan koordinasi dan kerja sama praktis dalam kerangka R-4 guna menghadapi berbagai tantangan dan peluang bersama.
Di sela agenda tersebut, Menlu Dar bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi.
Selain membahas hubungan bilateral, keduanya juga mendiskusikan perkembangan kawasan dan kerja sama dalam forum R-4.
“Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Mesir memperkuat kemitraan, memajukan diplomasi, dan membangun konsensus untuk kawasan yang lebih damai dan terhubung,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Pakistan.
Baca Juga: El Nino Godzilla Mengancam, Pemerintah Pastikan Stok Pangan Nasional Tetap Aman
Dalam pertemuan terpisah dengan para menteri luar negeri R-4, Presiden El-Sisi mengapresiasi peran Pakistan yang dinilainya aktif dalam mendorong dialog dan de-eskalasi di kawasan.
“Presiden El-Sisi menyampaikan harapan bahwa upaya yang sedang berlangsung dan fase negosiasi selanjutnya akan berkontribusi pada perdamaian, keamanan, dan kemakmuran yang langgeng di seluruh wilayah yang lebih luas.”
Para pemimpin juga menegaskan pentingnya forum R-4 sebagai wadah dialog strategis dan koordinasi kebijakan mengenai berbagai isu bersama.
“Mereka menyatakan keyakinan bahwa keterlibatan berkelanjutan dan upaya kolektif akan berkontribusi pada peningkatan perdamaian, stabilitas, pembangunan ekonomi, dan kemakmuran regional, sekaligus memajukan kepentingan bersama negara dan rakyat mereka.”
Baca Juga: Program MBG Dievaluasi Total, BGN Ambil Langkah Strategis di Masa Libur Sekolah
“Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan ramah, mencerminkan ikatan persahabatan yang erat dan saling menghormati di antara negara-negara peserta,” demikian kesimpulan Kementerian Luar Negeri.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”









