Banten

AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?

Cristina Malonda | 28 Maret 2026, 19:00 WIB
AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini, Tanda Akhir Perang Sudah Dekat?
AS dan Iran Siap Rundingkan Kesepakatan Damai Minggu Ini (istimewa)

AKURAT BANTEN - Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah mempersiapkan pertemuan penting dengan Iran yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat. 

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat menuju upaya meredakan ketegangan di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Utusan khusus AS, Steve Witkoff, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut diperkirakan terjadi dalam pekan ini. Ia juga menekankan adanya perkembangan positif yang mengindikasikan peluang dialog terbuka.

Baca Juga: Kabar Duka, Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono Tutup Usia, Dimakamkan di Kalibata Besok

“Kami memperkirakan akan ada pertemuan dalam waktu dekat. Aktivitas pelayaran mulai kembali normal, ini merupakan pertanda baik. Presiden jelas menginginkan tercapainya kesepakatan damai,” ujarnya dalam sebuah forum investasi di Miami.

Menurut Witkoff, proses negosiasi akan terus didorong hingga mencapai hasil konkret. Pemerintah AS disebut telah mengajukan berbagai opsi diplomatik untuk membuka jalan menuju kesepakatan.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengklaim bahwa Iran menunjukkan keinginan untuk kembali ke meja perundingan.

Baca Juga: Perang Iran Segera Damai? Operasi Militer Disebut Menlu AS Berakhir Dalam Hitungan Minggu

“Mereka ingin berbicara, dan kami juga. Ini saatnya untuk mencapai kesepakatan,” kata Trump.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut bahwa operasi militer yang sedang berlangsung diperkirakan akan selesai dalam waktu relatif singkat.

“Kami memperkirakan target dapat tercapai dalam hitungan minggu, bukan bulan, tanpa perlu pengerahan pasukan darat,” jelasnya.

Baca Juga:  Kecelakaan Atlet Pencak Silat Usai Latihan, BPJS Ketenagakerjaan Pastikan Biaya Perawatan Ditanggung Penuh

Konflik Memanas, Dampak Global Meningkat

Sejak akhir Februari, AS bersama Israel telah melancarkan serangan udara ke wilayah Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta kerusakan signifikan.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel serta negara-negara di sekitarnya seperti Yordania dan Irak. Serangan ini juga berdampak pada negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Konflik tersebut tidak hanya memicu korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mengganggu stabilitas global. Jalur perdagangan vital seperti Selat Hormuz ikut terdampak, menyebabkan lonjakan harga energi dan gangguan distribusi logistik internasional.

Baca Juga: UEA Aktifkan Pertahanan Udara, Serangan Rudal dan Drone Iran Berhasil Dicegat

Selain itu, ketegangan yang meningkat juga mempengaruhi pasar global serta operasional penerbangan internasional.

Meski situasi masih memanas, rencana pertemuan antara AS dan Iran memberikan secercah harapan bagi penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Banyak pihak berharap dialog ini dapat menjadi langkah awal menuju stabilitas kawasan dan mengurangi dampak global yang semakin meluas. ***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.