Banten

Pertemuan Prabowo dan Rosan Ungkap Rencana Besar Pengelolaan Aset Negara

Viona Sebastian Nolani | 23 Juni 2026, 14:31 WIB
Pertemuan Prabowo dan Rosan Ungkap Rencana Besar Pengelolaan Aset Negara
Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026. (Foto: BPMI Setpres)

AKURAT BANTEN - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani, di kediaman pribadinya di kawasan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 21 Juni 2026.

Pertemuan tersebut membahas strategi penting dalam pengelolaan aset negara agar dapat dioptimalkan sehingga memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap penguatan tata kelola aset nasional melalui percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pengembangan sektor-sektor ekonomi baru yang dinilai berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga: Kejanggalan Rp 9,5 M Honor ASN Terungkap di Kukar, Kemendagri Didesak Turun Tangan

Dalam pertemuan itu, Teddy juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo dan Menteri Rosan turut membahas berbagai peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat dikembangkan melalui Danantara.

Salah satunya adalah penguatan sektor pariwisata yang terintegrasi dengan berbagai penyelenggaraan kegiatan berskala nasional maupun internasional.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Seskab Teddy.

Selain fokus pada sektor ekonomi baru, Presiden Prabowo juga menaruh perhatian pada proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang terus berjalan.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Jalan 1.151 Km di 37 Provinsi, Simak Tujuan Besar di Balik Proyek Ini

Upaya ini dianggap penting untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan milik negara.

Menurut Teddy, dari sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” ungkap Seskab Teddy.

Transformasi BUMN serta optimalisasi aset negara ini menjadi bagian dari agenda besar Presiden Prabowo dalam menjadikan kekayaan nasional sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Kebijakan ini juga diarahkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia serta memastikan setiap aset negara memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.