Dorong Vaksin Anak Tanpa Suntik, Kemenkes Diminta Hadirkan Metode Imunisasi yang Lebih Ramah Anak

AKURAT BANTEN - Pelaksanaan program imunisasi nasional dinilai perlu terus didukung dengan berbagai inovasi agar proses pemberian vaksin menjadi lebih nyaman, terutama bagi anak-anak yang menjadi kelompok penerima vaksin terbesar.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menghadirkan metode vaksinasi yang lebih bersahabat bagi anak dan tidak selalu bergantung pada penggunaan jarum suntik.
Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz mendorong Kementerian Kesehatan untuk memperkuat inovasi dalam sistem pemberian vaksin.
Baca Juga: Komisi Ojol Dipangkas Jadi 8 Persen, Ini Dampak Skema Baru 8:92 untuk Pengemudi Gojek dan Grab
Menurutnya, pengembangan metode baru diperlukan agar kegiatan imunisasi tidak lagi menjadi pengalaman yang menakutkan bagi anak-anak.
Hal itu disampaikan Neng Eem saat mengikuti Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa sebagian besar target utama program imunisasi adalah anak-anak dan balita.
Oleh karena itu, faktor kenyamanan serta kondisi psikologis anak perlu menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program kesehatan tersebut.
Baca Juga: Gaji Guru Diusulkan Naik Rp 30 Juta per Bulan, Ini Syarat Agar Bisa Terwujud
“Nah, yang divaksin ini kebanyakan adalah anak-anak. Saya masih ingat dulu waktu SD ketika ada vaksin, anak-anak semua ketakutan. Bahkan ada yang berusaha tidak sekolah kalau tidak dipaksa oleh orang tuanya,” ujar Neng Eem.
Politisi Fraksi PKB tersebut menilai rasa takut yang muncul pada anak-anak bukan disebabkan oleh vaksinasi itu sendiri, melainkan karena proses pemberiannya yang selama ini identik dengan suntikan.
Padahal, perkembangan teknologi kesehatan saat ini membuka peluang untuk menciptakan alternatif metode vaksinasi yang lebih nyaman.
“Divaksin itu sesuatu yang menakutkan bagi anak-anak karena caranya disuntik. Memasukkan cairan ke dalam tubuh itu kan tidak harus dengan suntik,” katanya.
Ia berharap Kementerian Kesehatan dapat berkolaborasi dengan para ahli, peneliti, serta industri farmasi untuk menghadirkan inovasi vaksinasi yang lebih mudah diterima anak-anak.
Salah satunya melalui pengembangan vaksin dalam bentuk cair atau metode lain yang lebih praktis.
“Kenapa tidak bagaimana vaksin itu misalnya dalam bentuk cairan atau metode lain. Sehingga anak-anak tidak takut lagi divaksin, mereka merasa nyaman ketika mendapatkan imunisasi,” ujarnya.
Menurut Neng Eem, inovasi dalam layanan kesehatan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan keberhasilan program imunisasi nasional.
Sebab, pencapaian cakupan vaksinasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan vaksin, tetapi juga pada tingkat penerimaan masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua.
Ia menambahkan, kemajuan teknologi kesehatan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan sistem imunisasi yang lebih efektif, aman, nyaman, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Saya kira ini penting untuk dipikirkan oleh Kementerian Kesehatan agar pelayanan imunisasi semakin baik dan semakin ramah bagi anak-anak,” pungkasnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana






