Mahasiswa Siap Demo di Gedung Puspemkot Tangsel, Soroti Perpanjangan Jabatan Sekda

AKURAT BANTEN - Polemik perpanjangan masa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan.
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Aktivis Ciputat berencana menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang Selatan pada Kamis (2/7/2026) mendatang.
Koordinator aksi, Ibrahim Salampesi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, terutama terkait proses perpanjangan masa jabatan Sekda yang dinilai perlu dievaluasi.
Baca Juga: Tiga Peserta Wafat, Pemerintah Didesak Evaluasi Latsarmil untuk Calon Manajer Kopdes dan KNMP
Menurutnya, kebijakan perpanjangan masa jabatan Sekda tidak lagi layak dilanjutkan dan perlu ditinjau kembali melalui mekanisme yang berlaku.
"Kita menilai, Sekda ini tidak lagi bisa melanjutkan SK-nya. Harusnya dievaluasi terlebih dahulu, kemudian dipilih lagi berdasarkan sistem dan mekanisme yang berlaku, bukan diperpanjang," ujarnya kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Ibrahim mengatakan, persoalan perpanjangan masa jabatan Sekda merupakan kebijakan yang perlu mendapat penjelasan terbuka kepada publik.
Baca Juga: Segel 17.600 Motor Listrik Pengadaan BGN, Kejagung Sebut Bisa Tetap Didistribusikan
Karena itu, mereka berencana meminta Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie turun langsung menemui massa aksi untuk memberikan penjelasan.
"Salah satunya yang akan kita minta (dalam aksi) adalah wali kota turun langsung berdialog dengan kita, memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat. Kita maunya dialog dilakukan secara terbuka bersama massa aksi," katanya.
Rencana aksi tersebut, kata Ibrahim, lahir setelah mahasiswa melakukan kajian internal dan mencermati berbagai kritik yang sebelumnya telah disampaikan sejumlah elemen masyarakat terkait polemik jabatan Sekda.
Baca Juga: Rusia Minta Trump Jelaskan Langkah AS di Ukraina Setelah KTT G7, Lavrov Ungkap Hal Ini
Menurutnya, sejumlah organisasi masyarakat juga telah menyoroti persoalan tersebut, namun berbagai kritik yang muncul hingga kini belum mendapat respons yang dianggap memadai.
Karena hal itu, dia menilai perlu adanya tekanan publik melalui aksi demonstrasi agar persoalan tersebut memperoleh perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Kita mengamati proses yang terjadi melalui pantauan media dan komunikasi dengan lembaga masyarakat yang sudah lebih awal mengkritisi persoalan ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Ibrahim menegaskan bahwa aksi massa dinilai perlu dilakukan karena persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penjelasan yang memuaskan kepada publik.
"Kita rasa perlu ada pergerakan massa karena persoalan ini sudah berlarut-larut. Harus ada penjelasan yang terbuka kepada masyarakat," tegas Ibrahim.
Selain isu Sekda, Ibrahim mengatakan, pihaknya juga berencana menyoroti proses pengisian sejumlah jabatan kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Namun demikian, persoalan Sekda disebut menjadi salah satu fokus utama dalam aksi nanti.
"Yang kami sorot pertama itu Sekda Tangsel, terus yang kedua soal seleksi Kepala Dinas yang kita duga juga bermasalah karena tidak memenuhi standar," ucapnya.
Baca Juga: Ketegangan AS-Iran Belum Reda, Oman Siapkan Jalur Aman Baru di Selat Hormuz
Saat ini, pihaknya masih melakukan konsolidasi untuk menentukan jumlah peserta aksi yang akan turun ke lapangan. Massa yang akan terlibat disebut berasal dari sejumlah elemen mahasiswa di wilayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan.
"Target kita sekitar 100 sampai 150 massa aksi. Insya Allah dari elemen mahasiswa UIN, UNJ, dan Universitas Pamulang ikut berpartisipasi," katanya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 4Bikin Raksasa Premier League Gigit Jari, Gerry Cardinale Turun Tangan Kunci Transfer Diego Moreira Rp867 Miliar ke AC Milan!
- 5Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 6Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 7MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 8Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 9Bukan Cuma Mbappé dan Vinicius, Mourinho Siapkan 4 Pilar Real Madrid untuk Era Barunya
- 10Rodri Dapat Nomor 16 Barcelona, Fermín López Rela Melepas: “Akan Berada di Tangan yang Tepat”











